Jarak, Usia, dan Kesiapan Kehamilan Bukan Perkara Sepele! Penyuluh BKKBN Edukasi Catin KUA Curup Utara
Rejang Lebong (Humas) – Menikah bukan sekadar menyatukan dua hati dalam ikatan yang sah, tetapi juga tentang mempersiapkan masa depan keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Kesadaran inilah yang ditanamkan Penyuluh BKKBN, Titin Lusiany, S.Km., saat memberikan edukasi kepada calon pengantin (catin) pada Kamis (22/10). Melalui bimbingan perkawinan, para calon pengantin diajak memahami bahwa usia, jarak kehamilan, dan kesiapan fisik maupun mental merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Dalam penyampaiannya, Titin menegaskan bahwa merencanakan kehamilan bukanlah perkara yang bisa dilakukan secara asal-asalan. Pasangan suami istri perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan menjadi orang tua, serta berbagai risiko yang dapat muncul apabila kehamilan tidak direncanakan dengan matang. Jangan sampai pasangan hanya sibuk mempersiapkan pesta pernikahan, tetapi lupa mempersiapkan kesehatan dan masa depan keluarga. Pernikahan adalah awal perjalanan panjang yang membutuhkan ilmu, tanggung jawab, dan perencanaan yang bijaksana.
Salah satu materi penting yang disampaikan adalah risiko 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak. Keempat kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pasangan karena dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak. Melalui pemahaman yang tepat, calon pengantin diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih bijak terkait perencanaan kehamilan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum memiliki keturunan.
Tak hanya membahas risiko 4T, Titin juga memberikan pemahaman tentang pentingnya keluarga berencana (KB) sebagai upaya membantu pasangan merencanakan jumlah anak, jarak kelahiran, dan waktu kehamilan sesuai kondisi serta kemampuan keluarga. Keluarga berencana bukan berarti membatasi kebahagiaan, melainkan membantu pasangan mempersiapkan kebutuhan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan kesejahteraan anak secara lebih bertanggung jawab. Dengan perencanaan yang baik, keluarga diharapkan dapat tumbuh lebih harmonis dan mampu memenuhi kebutuhan setiap anggotanya.
Dalam kesempatan tersebut, pencegahan stunting juga menjadi perhatian penting. Titin mengingatkan bahwa upaya mencegah stunting perlu dimulai sejak sebelum kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, penerapan pola hidup sehat, serta perhatian terhadap kesehatan ibu. Persiapan sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Anak yang sehat tidak cukup hanya diharapkan, tetapi harus dipersiapkan melalui pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab kedua orang tuanya.
Lebih jauh, Titin menekankan bahwa tanggung jawab membangun keluarga sehat bukan hanya berada di pundak istri. Ayah memiliki peran besar dalam mendukung kesehatan ibu, mendampingi istri selama kehamilan, memenuhi kebutuhan keluarga, serta terlibat aktif dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga memberikan kasih sayang, perhatian, perlindungan, dan dukungan emosional bagi seluruh anggota keluarga. Kerja sama suami dan istri menjadi fondasi penting dalam membangun rumah tangga yang kuat dan berkualitas.
Melalui edukasi ini, KUA Curup Utara terus mendorong calon pengantin agar tidak hanya siap mengucapkan janji pernikahan, tetapi juga siap menjalankan tanggung jawab sebagai pasangan dan orang tua. Pengetahuan tentang kesehatan sebelum menikah, risiko 4T, keluarga berencana, pencegahan stunting, dan peran ayah diharapkan menjadi bekal berharga bagi catin dalam merancang kehidupan rumah tangga. Sebab, keluarga yang berkualitas tidak terbentuk secara kebetulan, tetapi tumbuh dari keputusan yang tepat, kepedulian bersama, dan persiapan yang matang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Curup Utara dalam memperkuat pembinaan keluarga sakinah melalui edukasi yang menyentuh persoalan nyata dalam kehidupan rumah tangga. Dengan pendampingan dan pemahaman yang memadai, calon pengantin diharapkan mampu membangun keluarga yang sehat, mandiri, harmonis, serta berorientasi pada masa depan generasi yang lebih baik. Karena pernikahan yang hebat bukan hanya tentang bagaimana memulai kehidupan bersama, tetapi juga bagaimana mempersiapkan keluarga agar tetap sehat, kuat, dan berkualitas sepanjang perjalanan.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #StopStunting#BKKBN#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara


