Santri Berjiwa Pejuang, PAI Berjiwa Pengabdi! KUA Curup Utara Teguhkan Komitmen di Hari Santri
Rejang Lebong (Humas) — Semangat perjuangan santri bukan sekadar cerita masa lalu, bukan pula hanya slogan yang menggema setiap peringatan Hari Santri. Semangat itu harus terus menyala, hidup dalam pengabdian, mengakar dalam perjuangan, dan membuktikan bahwa cinta agama serta cinta Tanah Air harus berjalan beriringan! Semangat inilah yang mewarnai keikutsertaan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Marliza, S.Pd.I, dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I.
Peringatan Hari Santri menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan peran santri sebagai generasi pejuang yang memiliki keteguhan iman, kecintaan terhadap ilmu, serta semangat menjaga persatuan bangsa. Dalam suasana upacara yang khidmat, semangat perjuangan para santri kembali digaungkan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari kontribusi para ulama, santri, dan seluruh elemen bangsa yang berjuang mempertahankan kehormatan agama dan Tanah Air.
Bagi PAI KUA Curup Utara, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat tekad dalam menjalankan tugas pembinaan umat. Kehadiran Marliza dalam upacara tersebut menjadi bagian dari komitmen penyuluh agama untuk terus membawa nilai-nilai Islam ke tengah masyarakat, membangun kesadaran beragama, memperkuat akhlak, serta menanamkan semangat persaudaraan dan kebangsaan. Sebab, perjuangan masa kini tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi juga melalui pendidikan, dakwah, keteladanan, dan pengabdian tanpa kenal lelah.
Kepemimpinan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, H. Rahman Umar dalam upacara tersebut turut menjadi bagian penting dari momentum penguatan semangat kebersamaan keluarga besar Kementerian Agama. Peringatan Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada seremoni dan barisan upacara, tetapi mampu melahirkan tekad nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Santri berjiwa pejuang, penyuluh berjiwa pengabdi! Semangat tersebut menjadi pesan kuat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak pernah selesai. Jika dahulu para santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini semangat itu diteruskan melalui kontribusi nyata sesuai bidang pengabdian masing-masing. PAI KUA Curup Utara memiliki tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat, membimbing umat memahami ajaran Islam secara benar, menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, serta mendorong terwujudnya kehidupan beragama yang damai, rukun, dan penuh kepedulian.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari seberapa lantang seseorang berbicara tentang perjuangan, tetapi dari seberapa nyata manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Semangat santri harus terus hidup dalam tindakan, ketulusan, dan tanggung jawab. Melalui peringatan ini, PAI KUA Curup Utara meneguhkan komitmen untuk terus mengabdi, memperkuat pembinaan keagamaan, dan menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, serta cinta Tanah Air.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #HariSantri#SantriBerjiwaPejuang,PAIBerjiwaPengabdi#PAIKUACurupUtara#KemenagKab.RejangLebong
From : KUA Curup Utara


