Tak Kenal Lelah Memperbaiki Bacaan! PAI KUA Curup Utara Dampingi Ibu-Ibu MT Al Arofah Memperdalam Ilmu Tajwid
Rejang Lebong (Humas) – Semangat belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Hal ini terlihat dalam kegiatan bimbingan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I., bersama ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah pada Jumat malam (16/10). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar, tartil, dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, para peserta mengikuti pembelajaran membaca Iqro dengan penuh perhatian. Kegiatan ini bukan sekadar mengeja huruf demi huruf, tetapi juga menjadi ruang untuk memperbaiki bacaan, mengenali kesalahan, dan membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara lebih teliti. Sebab, bacaan yang baik tidak hanya ditentukan oleh kelancaran, tetapi juga oleh ketepatan pengucapan setiap huruf dan penerapan hukum tajwid.
Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I., memberikan bimbingan mengenai beberapa materi penting, di antaranya hukum bacaan Ikhfa, Qolqolah, serta ketepatan panjang dan pendek bacaan. Para peserta diarahkan untuk memahami bahwa setiap hukum tajwid memiliki cara membaca yang berbeda. Ikhfa perlu dibaca dengan samar disertai dengung sesuai ketentuannya, sedangkan Qolqolah harus memperhatikan pantulan suara pada huruf-huruf tertentu ketika sukun. Ketepatan panjang-pendek bacaan juga menjadi perhatian agar peserta semakin terbiasa membaca sesuai kaidah.
“Jangan hanya mengejar lancar, tetapi pastikan bacaan juga benar. Setiap huruf memiliki hak yang harus dijaga, setiap hukum tajwid perlu dipahami, dan setiap kesalahan harus menjadi kesempatan untuk belajar,” demikian pesan yang ditekankan dalam pembelajaran tersebut. Melalui pendampingan secara bertahap, peserta diharapkan tidak merasa malu untuk mengulang bacaan atau bertanya ketika menemukan kesulitan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa belajar membaca Al-Qur’an merupakan proses yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan latihan berkelanjutan. Kesalahan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Dengan suasana belajar yang mendukung, ibu-ibu MT Al Arofah didorong untuk terus berlatih, menyimak bacaan, serta menerapkan ilmu tajwid dalam kegiatan mengaji sehari-hari.
Melalui bimbingan penyuluhan ini, PAI KUA Kecamatan Curup Utara terus berupaya mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Harapannya, semangat ibu-ibu MT Al Arofah dalam memperbaiki bacaan semakin tumbuh, kemampuan membaca Iqro semakin meningkat, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin kuat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



