Menjemput Hidayah, Menyucikan Cita-Cita: Khutbah Jumat Ustadz Deno Astrada Ajak Santri Darul Maarif NU Menemukan Hakikat Bahagia
Rejang Lebong (Humas) – Kesuksesan bukan semata-mata tentang seberapa tinggi seseorang mencapai cita-cita, melainkan juga tentang bagaimana ia menjaga kesucian niat, memuliakan agama, dan menemukan kebahagiaan dalam rida Allah SWT. Pesan penuh makna inilah yang menjadi renungan bagi para santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Deno Astrada, S.Pd., salah seorang guru di lingkungan Darul Ma’arif NU Rejang Lebong (16/10).
Dalam khutbahnya, Ustadz Deno mengajak para santri untuk memahami perbedaan antara hamba yang sukses dan hamba yang bahagia. Kesuksesan sejati tidak cukup diukur melalui pencapaian duniawi, tetapi juga melalui kemuliaan akhlak, keteguhan iman, serta kemampuan menjaga tujuan hidup agar tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa dunia merupakan tempat yang penuh warna, suka cita, sekaligus berbagai ujian dan kepalsuan yang dapat melalaikan manusia dari tujuan hidup yang sebenarnya. Karena itu, setiap insan perlu menyucikan kembali cita-cita dan keinginannya, memastikan bahwa setiap langkah yang ditempuh berangkat dari niat yang baik serta tidak menjauhkan diri dari nilai-nilai agama.
Bagi para santri, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menuntut ilmu bukan sekadar jalan meraih keberhasilan di masa depan, melainkan juga ikhtiar membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kemuliaan beragama menjadi landasan untuk menata keinginan, mengendalikan ambisi, serta menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, semangat menjadikan diri sebagai asbabul hidayah atau sebab datangnya petunjuk dan kebaikan menjadi nilai penting yang patut ditanamkan. Setiap santri diharapkan tidak hanya berusaha memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui perilaku terpuji, ilmu yang diamalkan, dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
Melalui khutbah Jumat ini, para santri diajak untuk terus meluruskan niat, menjaga kesucian cita-cita, serta menjadikan agama sebagai kompas dalam menentukan arah kehidupan. Sebab, kebahagiaan yang hakiki bukan hanya tentang memiliki apa yang diinginkan, melainkan tentang bagaimana keinginan tersebut membawa diri semakin dekat kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, cita-cita yang disucikan oleh iman akan menemukan arah, ilmu yang dihiasi akhlak akan menghadirkan keberkahan, dan kehidupan yang berlandaskan agama akan menjadi jalan menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #KhutbahJumat #AsbabulHidayah #MenjemputHidayah #SantriBerakhlak #JumatBerkah
From : MA Darul Maarif NU


