Fathah Berbunyi “A”, Kasrah Berbunyi “I”! PAI KUA Curup Utara Perkuat Dasar Membaca Al-Qur’an
Rejang Lebong (Humas) – Mengenali huruf hijaiyah saja belum cukup, ketepatan membaca harakat juga menjadi kunci penting dalam mempelajari Al-Qur’an. Hal inilah yang ditekankan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I., saat memberikan bimbingan penyuluhan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Melalui pembelajaran Iqro, peserta diajak memperkuat kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, terutama dalam membedakan bunyi fathah dan kasrah.
Dalam kegiatan tersebut, Siti menegaskan bahwa setiap harakat memiliki tanda dan bunyi yang berbeda. Fathah menghasilkan bunyi vokal “a”, sedangkan kasrah menghasilkan bunyi vokal “i”. Perbedaan sederhana ini perlu dipahami dengan baik agar peserta tidak sekadar mengenali bentuk huruf, tetapi juga mampu melafalkannya sesuai dengan harakat yang menyertainya. Ketelitian dalam membaca menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan mengaji yang lebih baik.
Siti membimbing ibu-ibu MT Al Arofah untuk memperhatikan posisi tanda harakat pada setiap huruf hijaiyah. Fathah terletak di atas huruf, sementara kasrah berada di bawah huruf. Peserta diajak mengamati, mengeja, mendengarkan contoh bacaan, kemudian mengulanginya secara bertahap. Dengan latihan yang berkesinambungan, diharapkan perbedaan bunyi tersebut semakin mudah dikenali dan diterapkan saat membaca Iqro maupun Al-Qur’an.
Menurut Siti, salah satu tantangan dalam belajar membaca Al-Qur’an adalah kebiasaan membaca secara terburu-buru tanpa mencermati tanda baca. Karena itu, peserta diingatkan agar tidak hanya mengandalkan hafalan atau perkiraan bunyi, melainkan membiasakan diri melihat huruf beserta harakatnya sebelum melafalkannya. Kesalahan dalam proses belajar bukan alasan untuk berhenti, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaiki dan menyempurnakan kemampuan membaca.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan semangat dan penuh kesungguhan. Ibu-ibu MT Al Arofah mengikuti materi secara bertahap, mencoba melafalkan bacaan, serta mengulang bagian yang masih membutuhkan latihan. Pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami membuat kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang mendorong peserta untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an tanpa merasa malu untuk memulai dari dasar.
Bimbingan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya PAI KUA Kecamatan Curup Utara dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Melalui pembinaan majelis taklim, penyuluh agama hadir tidak hanya untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam mempelajari keterampilan dasar keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu MT Al Arofah semakin teliti membedakan fathah dan kasrah serta semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Semangat belajar yang terus dipelihara menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas bacaan secara bertahap. Sebab, membaca Al-Qur’an bukan sekadar mengenal huruf, melainkan juga memahami tanda, menjaga bunyi, dan terus memperbaiki bacaan dengan penuh kesabaran.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



