Jangan Tertukar Fathah dan Kasrah! PAI KUA Curup Utara Bongkar Kunci Bacaan Iqro Jilid 3
Rejang Lebong (Humas) – Pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, suasana pengajian ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah diwarnai semangat belajar membaca Al-Qur’an. PAI KUA Kecamatan Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I., memberikan bimbingan penyuluhan keagamaan melalui pembelajaran Iqro jilid 3, dengan penekanan pada ketepatan membaca huruf berharakat fathah dan kasrah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap, benar, dan sesuai kaidah dasar bacaan.
Dalam bimbingannya, Siti menjelaskan bahwa mengenali huruf hijaiyah saja belum cukup apabila belum mampu membedakan harakat yang menyertainya. Fathah menghasilkan bunyi vokal “a”, sedangkan kasrah menghasilkan bunyi vokal “i”. Perbedaan yang tampak sederhana ini menjadi bagian penting dalam proses belajar membaca Iqro karena setiap harakat memiliki fungsi dan cara pelafalan tersendiri.
Siti juga mengajak ibu-ibu MT Al Arofah untuk lebih cermat memperhatikan tanda harakat di atas maupun di bawah huruf. Peserta diarahkan agar tidak terburu-buru mengeja, melainkan terlebih dahulu mengenali bentuk huruf dan harakatnya, kemudian melafalkannya dengan tepat. Melalui latihan berulang, peserta diharapkan semakin terbiasa membedakan bunyi bacaan serta mengurangi kekeliruan saat membaca rangkaian huruf hijaiyah.
Pembelajaran berlangsung dengan pendekatan yang sederhana dan mudah diikuti. Ibu-ibu diberi kesempatan untuk memperhatikan contoh bacaan, mencoba melafalkan huruf, serta mengulang materi yang masih dirasakan sulit. Suasana belajar yang santai dan penuh semangat membantu peserta mengikuti setiap tahapan pembelajaran tanpa merasa malu ketika melakukan kesalahan. Sebab, dalam belajar Al-Qur’an, keberanian mencoba dan kesediaan memperbaiki bacaan merupakan bagian penting dari proses menuju kemajuan.
Menurut Siti, belajar membaca Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan latihan yang berkesinambungan. Materi Iqro jilid 3 menjadi salah satu tahapan untuk memperkuat kemampuan dasar peserta sebelum melanjutkan ke materi berikutnya. Dengan memahami perbedaan fathah dan kasrah sejak dini, peserta diharapkan memiliki fondasi bacaan yang lebih baik dan tidak sekadar membaca berdasarkan kebiasaan, tetapi juga memperhatikan tanda baca yang tertera.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini sekaligus menjadi wujud peran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Curup Utara dalam mendampingi masyarakat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keagamaan. Melalui pembinaan majelis taklim, penyuluh tidak hanya menyampaikan materi keislaman, tetapi juga membuka ruang belajar bagi masyarakat agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Dengan semangat belajar yang terus terjaga, ibu-ibu MT Al Arofah diharapkan semakin percaya diri dalam membaca Iqro dan melanjutkan proses belajar Al-Qur’an secara konsisten. Sebab, bacaan yang baik berawal dari ketelitian mengenali setiap huruf dan harakat. Fathah jangan tertukar dengan kasrah, dan semangat mengaji jangan pernah padam.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



.jpg)