Dari Tumpukan Buku Menjadi Jendela Dunia, Mahasiswa PPL IAIN Curup Hidupkan Perpustakaan Darul Maarif NU Rejang Lebong
REJANG LEBONG, (Humas) — Perpustakaan bukan sekadar ruangan yang menyimpan buku, melainkan tempat tumbuhnya rasa ingin tahu, lahirnya inspirasi, dan terbukanya jalan menuju pengetahuan yang lebih luas. Menyadari pentingnya peran tersebut, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAIN Curup kembali mengambil bagian dalam pengembangan fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong melalui kegiatan pemilahan dan penataan buku-buku perpustakaan (13/10).
Dengan semangat kebersamaan, mahasiswa PPL turut mengerahkan tenaga untuk memilah koleksi buku, menata bahan bacaan, serta membenahi ruang perpustakaan agar lebih rapi, nyaman, dan menarik bagi santri. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa selama menjalani praktik, sekaligus bentuk kepedulian terhadap fasilitas belajar yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan wawasan peserta didik.
Bagi sebuah lembaga pendidikan, perpustakaan yang tertata dengan baik dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya budaya literasi. Buku-buku yang tersusun secara teratur akan lebih mudah ditemukan, sementara ruangan yang bersih dan nyaman dapat mendorong santri untuk meluangkan waktu membaca di tengah padatnya kegiatan madrasah dan pesantren.
Lebih dari sekadar merapikan ruangan, kegiatan ini membawa misi untuk menghidupkan kembali fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar alternatif. Di tempat inilah santri dapat menjelajahi pengetahuan di luar materi yang diperoleh di kelas, memperluas sudut pandang, menemukan gagasan baru, serta mengembangkan minat terhadap berbagai bidang ilmu.
Tidak semua pengetahuan diperoleh melalui penjelasan guru di depan kelas. Terkadang, sebuah buku menghadirkan pertanyaan baru, membuka pemahaman yang belum pernah terpikirkan, atau menumbuhkan cita-cita yang sebelumnya belum terbayangkan. Karena itu, perpustakaan perlu dihadirkan sebagai ruang yang mengundang santri untuk datang, membaca, berpikir, dan belajar secara mandiri.
Kontribusi mahasiswa PPL IAIN Curup ini juga menunjukkan bahwa pengabdian di lembaga pendidikan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan mengajar. Perhatian terhadap fasilitas pendukung pembelajaran merupakan bagian penting dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Penataan perpustakaan menjadi contoh bagaimana tindakan sederhana dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan aktivitas belajar santri.
Bagi Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, keterlibatan mahasiswa dalam pembenahan perpustakaan menjadi kesempatan untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa fasilitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi ini mempertemukan semangat mahasiswa untuk berkontribusi dengan kebutuhan lembaga dalam menyediakan lingkungan belajar yang semakin mendukung.
Harapannya, perpustakaan Darul Ma’arif NU tidak hanya menjadi ruangan yang dikunjungi ketika ada tugas, tetapi tumbuh menjadi tempat favorit santri untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Sebuah ruang yang tenang untuk membaca, nyaman untuk belajar, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin memperkaya pengetahuan.
Sebab, ketika buku-buku mulai tertata, ruang baca semakin nyaman, dan minat membaca terus ditumbuhkan, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya perpustakaan, melainkan kesempatan bagi santri untuk memperluas cakrawala dan mempersiapkan masa depan melalui ilmu pengetahuan.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #IAINCurup #PPLMahasiswa #PerpustakaanPesantren #GerakanLiterasi #SantriGemarMembaca #BudayaLiterasi #KolaborasiPendidikan
From : MA Darul Maarif NU



