Jelang Pemilihan OSIM, Tiga Paslon MTsN 2 Rejang Lebong Turun Langsung Kampanye ke Kelas
Rejang Lebong, (Humas)— Menjelang pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026/2027 yang dijadwalkan pada Selasa, 13 Oktober 2026, tiga pasangan calon (paslon) MTsN 2 Rejang Lebong melaksanakan kampanye secara langsung dari kelas ke kelas di lingkungan madrasah, Senin (12/10).
Didampingi Pembina OSIM, Ade Sonnie Aglesia, M.Pd., ketiga paslon menyambangi ruang-ruang kelas untuk memperkenalkan diri, menyampaikan gagasan, serta mengajak murid menggunakan hak pilih secara bijak. Dalam setiap kunjungan, mereka terlebih dahulu meminta izin kepada bapak dan ibu guru yang sedang mengajar atau berada di kelas sebagai bentuk penghormatan terhadap guru dan proses pembelajaran.
Kampanye tersebut diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni paslon nomor urut 1 Azam–Suci, paslon nomor urut 2 Florena–Renzo dengan jargon “Sobat Gemas”, serta paslon nomor urut 3 Ageng–Talita. Ketiganya berupaya membangun komunikasi dengan para pemilih sekaligus memohon dukungan dari seluruh murid MTsN 2 Rejang Lebong.
Kegiatan kampanye bukan sekadar tahapan untuk memperoleh suara. Proses ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi murid untuk melatih kepemimpinan, keberanian berbicara di depan umum, kemampuan menyampaikan gagasan, kerja sama tim, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Para calon juga belajar menghargai aturan, menjaga etika, dan membangun hubungan yang baik dengan warga madrasah.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Kesiswaan, Jauhari, S.H.I., Gr., menyampaikan bahwa pemilihan OSIM merupakan bagian dari pendidikan demokrasi dan pembentukan karakter kepemimpinan murid. Menurutnya, pengalaman berorganisasi perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar menyampaikan aspirasi secara santun, menerima perbedaan, dan menghormati keputusan bersama.
“Pemilihan OSIM bukan hanya tentang siapa yang terpilih menjadi ketua dan wakil ketua. Lebih dari itu, proses ini menjadi sarana bagi murid untuk belajar memimpin, berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Saya berharap seluruh paslon dapat berkampanye secara santun, menghormati guru dan sesama murid, serta menyampaikan program yang realistis dan bermanfaat bagi madrasah,” ungkap Jauhari.
Ia juga mengajak seluruh murid agar menggunakan hak pilih dengan mempertimbangkan visi, misi, sikap, serta kesiapan setiap pasangan calon dalam menjalankan tanggung jawab organisasi. Pilihan hendaknya tidak hanya didasarkan pada kedekatan pertemanan, tetapi juga pada komitmen, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan kesediaan mengabdi bagi kepentingan bersama.
Dalam pelaksanaan kampanye, etika menjadi hal penting yang perlu dijaga. Para calon diharapkan tidak menjatuhkan pasangan lain, tidak memaksakan pilihan, serta tetap menghargai kegiatan belajar mengajar. Sikap tersebut menjadi praktik langsung bahwa demokrasi tidak hanya berbicara tentang hak memilih, tetapi juga tentang kesantunan, kejujuran, dan penghormatan terhadap perbedaan.
Setelah rangkaian kampanye kelas selesai, seluruh warga madrasah bersiap mengikuti pemilihan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Momentum ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi murid untuk memahami bahwa pemimpin yang baik bukan hanya mampu menyampaikan janji, melainkan juga siap mendengarkan aspirasi, bekerja bersama, dan mempertanggungjawabkan amanah.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus mendorong terbentuknya generasi yang demokratis, percaya diri, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Pemilihan OSIM diharapkan menjadi praktik pendidikan karakter yang bermakna sekaligus ruang bagi murid untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan madrasah yang lebih baik.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



.jpeg)