Gaungkan Semangat Pancasila dari Hati Santri! Paduan Suara Darul Maarif NU Merdukan Lagu Nasional Garuda Pancasila
Rejang Lebong (Humas) — Semangat Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada peringatan seremonial setiap 1 Oktober. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, memahami nilai-nilai luhur Pancasila, serta menanamkan semangat persatuan dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari (12/10).
Masih dalam suasana peringatan Hari Kesaktian Pancasila, santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong turut menghidupkan semangat nasionalisme melalui penampilan paduan suara dengan membawakan lagu “Garuda Pancasila”. Penampilan tersebut dibimbing langsung oleh Ustazah Rusmiati, S.Sn., yang mendampingi santri dalam mempersiapkan dan menyelaraskan suara agar penampilan berlangsung kompak, tertib, dan penuh penghayatan.
Lagu Garuda Pancasila bukan sekadar lagu nasional yang dinyanyikan dalam kegiatan resmi. Di dalamnya terkandung semangat kesetiaan terhadap dasar negara, kecintaan kepada Tanah Air, serta tekad untuk menjaga persatuan bangsa. Melalui lantunan lagu ini, santri diajak untuk tidak hanya mengenal Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga memahami makna dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berkaitan dengan peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965 menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Momentum ini mengajak masyarakat untuk mengingat kembali pentingnya menjaga ideologi negara, memperkuat persatuan, dan merawat kehidupan bangsa agar tetap berdiri di atas nilai-nilai Pancasila.
Bagi kalangan santri, pemahaman tersebut memiliki arti tersendiri. Santri tidak hanya dituntut untuk mendalami ilmu agama dan membangun akhlak mulia, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial perlu hadir dalam sikap serta tindakan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren, madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui kegiatan paduan suara, proses pendidikan kebangsaan dikemas dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Santri belajar menyelaraskan suara, menjaga tempo, mengikuti arahan pembimbing, serta membangun kekompakan. Setiap suara memiliki peran, dan setiap anggota perlu saling mendengarkan agar menghasilkan penampilan yang harmonis. Kebersamaan inilah yang menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa.
Bimbingan Ustazah Rusmiati, S.Sn., juga menjadi bagian dari proses pengembangan bakat dan potensi seni santri. Musik dan lagu nasional dapat menjadi media pendidikan yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap Tanah Air. Dengan pendampingan yang tepat, kegiatan seni tidak hanya menjadi ajang penampilan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.
Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Semangat persatuan dapat dimulai dari menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, saling membantu, bermusyawarah, dan bersikap adil terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan pesantren yang menempatkan akhlak, kebersamaan, dan tanggung jawab sebagai bagian penting dalam pembentukan kepribadian santri.
Melalui lantunan Garuda Pancasila, santri Darul Ma’arif NU Rejang Lebong turut menyuarakan pesan bahwa cinta Tanah Air dapat ditumbuhkan melalui berbagai cara, termasuk seni, pendidikan, dan kegiatan kebersamaan. Semangat Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak hanya terasa pada momentum peringatan, tetapi terus hidup dalam hati dan perilaku generasi muda.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #HariKesaktianPancasila #GarudaPancasila #PaduanSuaraSantri #SantriNasionalis #Kemenag #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



.jpeg)