Tanamkan Keberanian dan Kesabaran Jiwa Santri, Ustazah Fajariah Apresiasi Petugas Pengibar Bendera di Ponpes Darul Maarif NU Rejang Lebong
Rejang Lebong (Humas) — Upacara pengibaran bendera Merah Putih setiap Senin bukan sekadar rutinitas mingguan bagi santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Di balik barisan yang tertib dan kibaran Sang Merah Putih, terdapat nilai pendidikan, pembentukan karakter, serta pesan mendalam tentang keberanian, kesabaran, kedisiplinan, dan kepercayaan diri yang harus tumbuh dalam jiwa setiap santri (12/10).
Dalam upacara yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Ustazah Fajariah, S.E., M.Pd.Gr., selaku pembina upacara, menyampaikan pesan pembinaan sekaligus apresiasi terhadap para santri yang telah menjalankan tugas upacara dengan baik. Perhatian khusus diberikan kepada petugas pengibar bendera yang mampu melaksanakan tugas secara tertib, penuh konsentrasi, dan dengan teknik pembentangan bendera yang mengesankan.
Dalam amanatnya, Ustazah Fajariah menekankan bahwa jiwa santri memiliki karakter istimewa yang perlu terus diasah, terutama keberanian dalam bertindak dan kesabaran dalam mengendalikan diri. Menurut pesan pembinaan yang disampaikannya, menjadi santri bukan hanya tentang menuntut ilmu agama dan pengetahuan umum, melainkan juga tentang membentuk kepribadian yang tangguh, mampu mengelola diri, serta siap menjalankan tanggung jawab dalam berbagai keadaan.
Keberanian dan kesabaran merupakan dua kekuatan yang perlu berjalan beriringan dalam diri seorang santri. Keberanian bukan berarti bertindak tanpa pertimbangan, melainkan memiliki kesiapan untuk mengambil tanggung jawab, tampil ketika diberikan kepercayaan, serta menunjukkan kemampuan dengan penuh keyakinan. Sementara itu, kesabaran mengajarkan santri untuk mengendalikan diri, menjaga sikap, menaati aturan, dan tetap tenang ketika menghadapi tantangan.
Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana dalam kehidupan pesantren. Ketika guru atau ustaz memberikan amanah, santri belajar untuk berani melaksanakannya. Ketika harus tampil di hadapan teman-teman, santri belajar membangun rasa percaya diri. Ketika menghadapi perbedaan, aturan, maupun tugas yang membutuhkan ketelitian, santri belajar mengendalikan emosi dan menjaga kesabaran.
Salah satu gambaran nyata dari nilai tersebut terlihat dalam pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih. Para petugas tidak hanya dituntut memahami urutan tugas, tetapi juga harus mampu menjaga kekompakan, ketepatan gerakan, konsentrasi, dan koordinasi. Proses pembentangan bendera yang dilakukan dengan baik memberikan kesan tersendiri serta menambah kekhidmatan suasana upacara.
Apresiasi terhadap para petugas menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjalankan amanah lahir dari latihan, kesiapan, kedisiplinan, dan kesungguhan. Tugas yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, sesungguhnya menyimpan pelajaran penting tentang bagaimana seseorang mempersiapkan diri, bekerja sama, dan menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
Lebih jauh, pesan pembina upacara tersebut relevan dengan kehidupan santri di lingkungan pesantren. Santri perlu membiasakan diri untuk tidak mudah menyerah, berani mencoba hal-hal positif, percaya terhadap kemampuan yang terus dikembangkan, serta tetap rendah hati dalam menerima arahan dan evaluasi dari guru maupun ustaz.
Keberanian juga perlu disertai adab. Santri yang percaya diri bukan berarti mengabaikan nasihat, melainkan mampu menyampaikan pendapat dengan santun, berinisiatif dalam kebaikan, dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Begitu pula kesabaran bukan berarti pasif, melainkan kemampuan untuk tetap teguh, terarah, dan bijaksana dalam menghadapi proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.
Bagi Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, upacara bendera menjadi salah satu ruang pendidikan karakter yang nyata. Melalui kegiatan ini, santri belajar menghormati simbol negara, memupuk semangat kebangsaan, memperkuat kedisiplinan, serta membangun jiwa kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut melengkapi pendidikan pesantren yang berorientasi pada pembentukan pribadi berilmu, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Amanat Ustazah Fajariah sekaligus mengajak seluruh santri untuk menjadikan setiap tugas sebagai kesempatan belajar. Tidak perlu menunggu tugas besar untuk menunjukkan kemampuan. Keberanian dapat dimulai dari kesediaan tampil, kesabaran dapat dilatih melalui kedisiplinan sehari-hari, dan kepercayaan diri dapat tumbuh ketika santri berani mengambil kesempatan serta bersungguh-sungguh menjalankan amanah.
Santri yang kuat bukan hanya mereka yang mampu menguasai ilmu, tetapi juga mereka yang mampu mengendalikan diri, berani mengambil tanggung jawab, dan tetap sabar dalam setiap proses. Dari halaman upacara, nilai-nilai tersebut diharapkan terus terbawa ke ruang kelas, lingkungan asrama, kehidupan bermasyarakat, hingga menjadi bekal santri dalam menghadapi masa depan.
(dd/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #PondokPesantren #UpacaraBendera #JiwaSantri #PembinaanKarakter
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)