Bangun Kedekatan dan Karakter Santri, Ustazah Pembina Bersama Waka Kurikulum MA Darul Ma’arif NU Gelar Pendampingan Santri Putri
Rejang Lebong (Humas) — Pendidikan yang bermakna tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga tumbuh dari kedekatan, komunikasi, dan pendampingan yang terjalin antara pendidik dan santri. Suasana inilah yang terlihat dalam kegiatan kebersamaan santri putri MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong bersama ustazah pembina yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum (12/10).
Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, ustazah duduk bersama para santri putri untuk membangun komunikasi, mendengarkan berbagai pandangan, serta memberikan pendampingan dalam kehidupan pendidikan sehari-hari. Pertemuan seperti ini menjadi ruang yang penting bagi santri untuk belajar menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, dan memperoleh arahan secara langsung dari pendidik.
Peran ustazah sebagai pembina sekaligus Waka Kurikulum, Dwi Ayu Wulandari, M.Pd.Gr memiliki arti penting dalam mendukung perkembangan santri. Tidak hanya memperhatikan proses pembelajaran dan pencapaian akademik, pendampingan juga menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta karakter santri yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Melalui komunikasi yang terbuka, santri memiliki kesempatan untuk menyampaikan ide, masukan, maupun hal-hal yang perlu diperhatikan bersama. Setiap pandangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, tertib, dan mendukung perkembangan potensi santri.
Kegiatan ini juga mencerminkan bahwa pendidik bukan sekadar penyampai materi pelajaran, melainkan sosok pembimbing yang turut membersamai perjalanan santri dalam menuntut ilmu. Kedekatan yang dibangun melalui dialog dan kebersamaan dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat hubungan antara pendidik dan santri, serta mendorong terciptanya suasana pendidikan yang lebih humanis.
Bagi MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, penguatan kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pembinaan karakter. Santri diharapkan tidak hanya berkembang dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kemampuan berkomunikasi, sikap saling menghargai, dan kesiapan untuk mengambil tanggung jawab.
Semangat ini sejalan dengan cita-cita madrasah untuk membentuk generasi sholeh, cerdas, mandiri, dan berprestasi. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, madrasah berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk tumbuh, berkembang, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya.
Pada akhirnya, pendidikan yang kuat lahir dari kerja sama dan kepedulian semua pihak. Ketika ustazah bersedia duduk bersama, mendengarkan, membimbing, dan menguatkan santri, di situlah proses pendidikan berlangsung lebih dekat dengan kehidupan nyata.
Duduk bersama untuk saling memahami, berdialog untuk menemukan solusi, dan mendampingi untuk tumbuh bersama. Sebab, membina santri bukan hanya tentang mengarahkan langkah mereka hari ini, tetapi juga tentang menyiapkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #Kemenag #SantriPutri #PembinaanSantri #WakaKurikulum #PendidikanKarakter #PendampinganSantri #MadrasahBerkualitas #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



.jpeg)