Jaga Tradisi, Perkuat Silaturahmi! Selain Santri Kepala MA Darul Maarif NU Turut Melestarikan Al-Barzanji Bersama-sama
Rejang Lebong (Humas) — Melestarikan tradisi keagamaan bukan sekadar menjaga kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk merawat nilai-nilai Islam, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menumbuhkan kebersamaan di tengah masyarakat. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan pembacaan Al-Barzanji yang diikuti bersama masyarakat di Desa Tasik Malaya, Kabupaten Rejang Lebong (12/10).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Madrasah Aliyah (MA) Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., turut mengambil bagian dengan mengikuti pembacaan Al-Barzanji bersama masyarakat. Pada kesempatan ini, beliau mendapat giliran membaca bagian Pasal 2.
Keikutsertaan Kepala Madrasah dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat menuntut ilmu dan memperdalam pemahaman keagamaan tidak mengenal batas ruang maupun jabatan. Belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, di hadapan buku pelajaran, atau melalui kegiatan formal di lingkungan madrasah, tetapi juga dapat dilakukan secara langsung di tengah masyarakat melalui tradisi keagamaan yang hidup dan berkembang.
Al-Barzanji sendiri merupakan karya yang berisi kisah kehidupan, pujian, dan ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Pembacaannya menjadi salah satu tradisi keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat Muslim, termasuk dalam lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya melantunkan bacaan, tetapi juga berupaya memperdalam pengenalan terhadap Rasulullah SAW serta menumbuhkan semangat untuk meneladani akhlak mulia beliau.
Bagi Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, keterlibatan dalam kegiatan semacam ini juga menjadi kesempatan untuk terus belajar, berlatih, dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Mengambil bagian dalam pembacaan Pasal 2 menunjukkan bahwa setiap kesempatan dapat menjadi ruang untuk menambah pengalaman sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keagamaan.
Lebih dari sekadar membaca secara bergiliran, kegiatan Al-Barzanji juga menghadirkan nilai kebersamaan. Masyarakat berkumpul, saling menyimak, belajar bersama, dan menjaga hubungan silaturahmi dalam suasana religius. Interaksi semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, berlandaskan nilai-nilai keislaman dan semangat gotong royong.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, pelestarian tradisi seperti Al-Barzanji memiliki arti penting, terutama bagi generasi muda. Tradisi keagamaan perlu terus diperkenalkan dan dipraktikkan agar tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap hadir sebagai kegiatan yang bermakna dalam kehidupan umat. Keterlibatan para pendidik dan tokoh masyarakat dapat menjadi teladan bahwa menjaga tradisi merupakan tanggung jawab bersama.
Sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, keterlibatan Kepala Madrasah dalam kegiatan keagamaan masyarakat juga sejalan dengan semangat pendidikan pesantren yang tidak hanya menekankan ilmu pengetahuan, tetapi turut menanamkan nilai religius, akhlak, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Dari masyarakat, kita belajar. Bersama masyarakat, kita menjaga tradisi. Melalui Al-Barzanji, kita merawat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah. Sebab, tradisi yang terus dipelajari, diamalkan, dan diwariskan akan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas keagamaan serta membangun generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
(De/Edwinsya)Hastag : #MA DarulMaarifNU #Kemenag #AlBarzanji #PelestarianTradisiIslam #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)