Menumbuhkan Kepedulian Sesama Muslim, Penyuluh Agama KUA Binduriang Sampaikan Materi Pengurusan Jenazah
Rejang Lebong (Humas) - Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama Muslim, Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binduriang Zulkarnain, S.Ag, memberikan bimbingan penyuluhan keagamaan kepada siswa kelas XII SMA Negeri 7 Rejang Lebong dengan materi tentang kewajiban umat Islam terhadap orang yang meninggal dunia atau pengurusan jenazah. (9/10)
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama KUA Binduriang dalam memberikan edukasi keagamaan kepada generasi muda agar tidak hanya memahami ajaran Islam secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Materi pengurusan jenazah dipilih karena merupakan salah satu pengetahuan penting yang perlu dipahami oleh setiap Muslim sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam penyampaian materi, Penyuluh Agama menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat kewajiban umat Muslim terhadap jenazah yang harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat. Kewajiban tersebut meliputi memandikan jenazah, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. Keempat hal tersebut merupakan fardu kifayah, yaitu kewajiban bersama umat Islam yang apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang yang mencukupi, gugurlah kewajiban dari Muslim lainnya.
Selain menjelaskan tahapan pengurusan jenazah, penyuluh juga menekankan pentingnya menanamkan sikap peduli, rasa tanggung jawab, dan semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat. Membantu proses pengurusan jenazah bukan sekadar pelaksanaan kewajiban agama, melainkan juga wujud penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia serta bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.
Para siswa diberikan pemahaman bahwa setiap Muslim perlu mengetahui dasar-dasar pengurusan jenazah agar dapat berperan dalam kehidupan sosial ketika dibutuhkan. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Penyuluh Agama juga mengingatkan bahwa dalam menghadapi peristiwa kematian, umat Islam hendaknya menunjukkan sikap empati, menjaga ucapan, menghormati keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan bantuan sesuai kemampuan. Sikap saling membantu dan menguatkan merupakan bagian penting dari nilai ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim.
Melalui kegiatan bimbingan penyuluhan ini, siswa diharapkan semakin memahami bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab sosial, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama manusia, termasuk ketika seseorang telah meninggal dunia.
Kegiatan penyuluhan di lingkungan sekolah juga merupakan salah satu bentuk sinergi antara Penyuluh Agama KUA Binduriang dan lembaga pendidikan dalam memperkuat pendidikan karakter serta membangun generasi muda yang berakhlak mulia, berpengetahuan agama, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan adanya penyampaian materi pengurusan jenazah ini, diharapkan para siswa SMA Negeri 7 Rejang Lebong dapat memahami pentingnya fardu kifayah dan tumbuh menjadi generasi Muslim yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pemahaman semata, tetapi juga menjadi bekal untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama KUA Binduriang berkomitmen untuk terus melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Melalui ilmu, kepedulian, dan pengamalan ajaran Islam, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan senantiasa hadir membantu sesama dalam setiap keadaan.
(Diana/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgama #BimbinganPenyuluhan #PengurusanJenazah #FarduKifayah #SMA Negeri7RejangLebong
From : KUA Binduriang



.jpg)