Tepuk Sakinah Menuju Rumah Tangga Berkah, KUA Sindang Beliti Ulu Bekali Calon Pengantin
ejang Lebong (Humas) – Senin (12/10), pukul 11.37 WIB hingga selesai, penyuluh agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sindang Beliti Ulu, Alam Nuari, S.Kom.I., dan Zerdino, S.Pd.I., membimbing serta mengarahkan enam pasang calon pengantin (catin) dalam melaksanakan kegiatan Tepuk Sakinah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan calon pengantin untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berlandaskan nilai-nilai agama Islam.
Dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat, para penyuluh mengajak seluruh peserta mengikuti gerakan dan seruan Tepuk Sakinah secara bersama-sama. Kegiatan ini tidak hanya menciptakan suasana yang lebih akrab, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membantu calon pengantin memahami nilai-nilai utama dalam kehidupan berumah tangga.
Alam Nuari, S.Kom.I., dan Zerdino, S.Pd.I., mengarahkan para peserta agar mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan baik. Melalui pendekatan yang komunikatif, pesan-pesan mengenai kehidupan keluarga disampaikan dengan cara yang sederhana, mudah dipahami, dan diharapkan dapat diingat oleh calon pengantin setelah mengikuti kegiatan.
Tepuk Sakinah merupakan salah satu bentuk edukasi dalam pembinaan keluarga yang mengajak calon pengantin memahami pentingnya membangun rumah tangga dengan kesiapan, komitmen, dan tanggung jawab bersama. Keluarga sakinah tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui proses saling mengenal, menghargai, memahami, dan menjaga satu sama lain.
Dalam kehidupan pernikahan, suami dan istri memiliki peran penting untuk menciptakan suasana rumah tangga yang aman dan nyaman. Komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, kesediaan untuk bermusyawarah, serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga.
Melalui kegiatan ini, enam pasang calon pengantin juga diajak memahami bahwa pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan pada awal kehidupan bersama, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan kesungguhan. Setiap pasangan perlu membangun komitmen untuk saling mendukung, baik ketika menghadapi kemudahan maupun saat melewati berbagai tantangan kehidupan.
Nilai-nilai keagamaan menjadi landasan penting dalam mewujudkan keluarga sakinah. Dengan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman, pasangan suami istri diharapkan mampu menjaga amanah pernikahan, menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang, serta menumbuhkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi KUA Sindang Beliti Ulu, kegiatan Tepuk Sakinah menjadi bagian dari upaya memberikan pembinaan pranikah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif calon pengantin. Pendekatan yang interaktif diharapkan dapat membantu peserta mengingat pesan-pesan penting mengenai persiapan kehidupan berkeluarga.
Pendampingan oleh Alam Nuari, S.Kom.I., dan Zerdino, S.Pd.I., sekaligus mencerminkan peran penyuluh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Penyuluhan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman keagamaan, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai keluarga, tanggung jawab sosial, dan pembentukan akhlak mulia dalam kehidupan rumah tangga.
Dengan mengikuti Tepuk Sakinah, enam pasang calon pengantin diharapkan semakin memahami bahwa keluarga yang harmonis perlu dibangun melalui kerja sama dan komitmen kedua belah pihak. Bekal tersebut diharapkan menjadi pengingat ketika mereka memasuki kehidupan pernikahan dan mulai menjalankan tanggung jawab sebagai suami maupun istri.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terwujudnya keluarga yang tenteram, penuh cinta, dan diliputi kasih sayang. Harapannya, para calon pengantin mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan nyata sehingga rumah tangga yang dibangun menjadi tempat tumbuhnya kebaikan, ketenangan, dan keberkahan.
Tepuk Sakinah bukan sekadar gerakan dan seruan bersama, melainkan pengingat bahwa keluarga harmonis dibangun melalui iman, komunikasi, kesetiaan, dan tanggung jawab. Dari enam pasang calon pengantin hari ini, tumbuh harapan akan lahirnya keluarga-keluarga sakinah yang membawa kedamaian bagi masyarakat Sindang Beliti Ulu.
Hastag : Kemenagrejanglebongkuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



.jpeg)