Sebelum Janji Diucapkan, Ilmu Dipersiapkan: KUA Sindang Beliti Ulu Bina Enam Pasang Catin
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sindang Beliti Ulu, Alam Nuari, S.Kom.I., dan Zerdino, S.Pd.I., melaksanakan kegiatan penyuluhan bagi enam pasang calon pengantin (catin) yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. (12/10)
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Melalui penyuluhan tersebut, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kehidupan berkeluarga, tanggung jawab suami istri, serta pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis berdasarkan nilai-nilai agama Islam.
Dalam pelaksanaannya, Alam Nuari, S.Kom.I., dan Zerdino, S.Pd.I., memberikan pendampingan dan penyuluhan dengan menekankan pentingnya kesiapan calon pengantin, baik secara mental, spiritual, maupun sosial. Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam sebuah ikatan yang sah, tetapi juga menjadi awal perjalanan bersama yang membutuhkan kesabaran, pengertian, komunikasi, dan komitmen untuk saling menjaga.
Para calon pengantin diajak memahami bahwa membangun keluarga sakinah memerlukan usaha dari kedua belah pihak. Suami dan istri hendaknya mampu menjalankan hak dan kewajiban masing-masing, saling menghormati, menjaga kepercayaan, serta menyelesaikan setiap persoalan rumah tangga melalui musyawarah dan komunikasi yang baik.
Selain itu, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi bagian penting dalam penyuluhan. Calon pengantin diharapkan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan keluarga, mulai dari membangun kebiasaan beribadah bersama, menjaga akhlak, hingga menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak kelak.
Kegiatan penyuluhan ini juga mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Perbedaan karakter, pandangan, dan kebiasaan merupakan hal yang perlu disikapi dengan kedewasaan. Oleh karena itu, pasangan calon pengantin perlu membangun kesiapan untuk saling memahami dan menguatkan, bukan hanya ketika keadaan menyenangkan, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan.
Kehadiran enam pasang calon pengantin dari tiga desa di Kecamatan Sindang Beliti Ulu menunjukkan pentingnya pembinaan pranikah sebagai salah satu langkah mempersiapkan pasangan menuju kehidupan keluarga. Melalui kegiatan ini, calon pengantin memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan diri dalam menjalankan peran serta tanggung jawab setelah menikah.
Alam Nuari, S.Kom.I., dan Zerdino, S.Pd.I., melalui tugas penyuluhan keagamaan turut berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan iman, ketakwaan, dan akhlak mulia. Pembinaan semacam ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pasangan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara sosial, kuat secara spiritual, dan harmonis dalam kehidupan sehari-hari.
KUA Sindang Beliti Ulu terus berupaya mendukung pembinaan keluarga melalui pelayanan dan penyuluhan keagamaan. Persiapan sebelum menikah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa keberhasilan kehidupan rumah tangga membutuhkan pengetahuan, kesiapan, serta kemauan kedua pasangan untuk terus belajar dan bertumbuh bersama.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, keenam pasang calon pengantin diharapkan semakin siap melangkah menuju jenjang pernikahan dengan pemahaman yang lebih matang. Harapannya, mereka mampu membangun rumah tangga yang tidak hanya berlandaskan ikatan pernikahan, tetapi juga dipenuhi kasih sayang, tanggung jawab, dan keberkahan.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebongkuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



.jpg)