Satu Huruf Punya Hak, Satu Harakat Punya Takaran! PAI KUA Curup Utara Pertajam Bacaan Iqro
Rejang Lebong (Humas) – Suasana Majelis Taklim Al Imaniah Desa Perbo diwarnai semangat belajar membaca Al-Qur’an. Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Desi Marlina, S.Pd.I, memberikan bimbingan penyuluhan kepada ibu-ibu majelis taklim dengan menitikberatkan pada ketepatan membaca Iqro, mulai dari membedakan satu huruf dengan huruf lainnya hingga memperhatikan panjang dan pendeknya bacaan. Pesannya tegas: jangan sekadar lancar membaca, tetapi pastikan setiap huruf dilafalkan dengan benar. (8/10)
Dalam kegiatan tersebut, Desi Marlina mengajak para peserta untuk lebih teliti mengenali bentuk dan bunyi setiap huruf hijaiyah. Sebab, huruf yang terlihat hampir sama belum tentu memiliki pelafalan yang sama. Ketidaktelitian dalam membedakan huruf dapat menyebabkan kekeliruan bacaan. Karena itu, para peserta didorong untuk tidak terburu-buru saat mengeja, melainkan membiasakan diri membaca dengan cermat, mendengarkan contoh pelafalan, dan memperbaiki kesalahan secara bertahap.
Tak hanya soal huruf, panjang dan pendek bacaan juga menjadi perhatian utama. Desi menekankan bahwa ketepatan membaca tidak bisa dilakukan dengan mengira-ngira. Bacaan pendek harus dibaca sesuai ukurannya, sedangkan bacaan panjang perlu diperhatikan sesuai kaidahnya. Melalui latihan yang berulang, ibu-ibu MT Al Imaniah diharapkan semakin memahami bahwa ketepatan pelafalan merupakan bagian penting dalam mempelajari Al-Qur’an.
Bimbingan berlangsung dengan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan ketelitian dan keberanian untuk mencoba. Para peserta diarahkan agar tidak malu ketika melakukan kesalahan, karena proses belajar membaca Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, latihan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Setiap kekeliruan menjadi kesempatan untuk belajar, sementara setiap kemajuan kecil merupakan langkah berharga menuju bacaan yang lebih baik.
Menurut Desi, belajar Iqro bukan sekadar menyelesaikan halaman demi halaman, tetapi juga memahami cara membaca setiap huruf dengan tepat. Kecepatan membaca tidak seharusnya mengalahkan ketelitian. Dengan membiasakan diri memperhatikan makhraj huruf, perbedaan pelafalan, serta panjang-pendek bacaan, peserta diharapkan mampu membangun dasar membaca Al-Qur’an yang lebih baik dan benar secara bertahap.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PAI KUA Kecamatan Curup Utara dalam memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat, khususnya dalam pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Melalui bimbingan yang berkelanjutan, majelis taklim diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga ruang untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci.
Satu huruf memiliki pelafalan yang harus dijaga, satu harakat memiliki ukuran yang harus diperhatikan. Semangat inilah yang terus ditanamkan dalam bimbingan tersebut. Sebab, memperbaiki bacaan Al-Qur’an bukan tentang siapa yang paling cepat menyelesaikan Iqro, melainkan siapa yang bersungguh-sungguh belajar agar setiap ayat dibaca dengan lebih tepat. KUA Kecamatan Curup Utara terus mendorong penguatan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat demi terwujudnya umat yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, baik dalam bacaan maupun pengamalan.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #MT.AlImaniah#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



