Ikhfa Bukan Asal Samar, Qolqolah Bukan Asal Mantul! PAI KUA Curup Utara Luruskan Bacaan Ibu-Ibu MT Al Hidayah!
Rejang Lebong (Humas) – Membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan huruf demi huruf, tetapi juga memahami karakter setiap huruf dan menerapkan kaidah tajwid secara tepat. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Desi Marlina, S.Pd.I dan Laili Afriza Andini, S.Pd, bersama ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Hidayah Desa Sukadatang, Kamis (8/10).
Dalam kegiatan tersebut, Desi Marlina dan Laili Afriza Andini mengajak para peserta untuk lebih teliti dalam membaca Iqro dan Al-Qur’an, khususnya dalam membedakan pelafalan satu huruf dengan huruf lainnya. Ketepatan makhraj atau tempat keluarnya huruf menjadi perhatian penting agar setiap lafaz dibaca sesuai dengan kaidahnya. Para peserta juga dibimbing untuk tidak hanya mengejar kelancaran membaca, tetapi turut memperhatikan ketepatan pengucapan dan sifat-sifat huruf.
Materi semakin menarik ketika pembahasan berlanjut pada hukum bacaan Ikhfa dan Qolqolah. Ikhfa menuntut pembaca untuk menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin ketika bertemu huruf-huruf Ikhfa, disertai dengung yang sesuai. Sementara itu, Qolqolah mengharuskan adanya pantulan suara pada huruf-huruf Qolqolah ketika memenuhi ketentuannya. Kedua hukum bacaan ini perlu dipahami dan dipraktikkan dengan benar, bukan sekadar dihafalkan teorinya.
Selain itu, peserta juga diarahkan untuk mengenali hukum Mad Wajib Muttashil, yaitu bacaan mad yang bertemu hamzah dalam satu kata. Ketepatan panjang bacaan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar lantunan ayat tidak dibaca secara sembarangan. Melalui bimbingan tersebut, ibu-ibu MT Al Hidayah diharapkan semakin mampu membedakan bacaan yang samar, bunyi yang memantul, serta bacaan panjang yang memiliki ketentuan khusus.
Desi Marlina dan Laili Afriza Andini menekankan bahwa belajar membaca Al-Qur’an merupakan proses yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Kesalahan dalam membaca bukan alasan untuk berhenti belajar, melainkan kesempatan untuk memahami kaidah yang benar. Karena itu, pembelajaran melalui Iqro tetap menjadi fondasi penting bagi peserta yang ingin memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, PAI KUA Kecamatan Curup Utara terus mendorong penguatan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya melalui majelis taklim sebagai ruang belajar keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembinaan ini diharapkan menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an secara lebih cermat, benar, dan penuh kesungguhan.
Dengan semangat “Ikhfa Bukan Asal Samar, Qolqolah Bukan Asal Mantul”, ibu-ibu MT Al Hidayah Desa Sukadatang diajak untuk terus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an. Sebab, keindahan tilawah tidak hanya terletak pada merdunya suara, tetapi juga pada ketepatan huruf, kesesuaian tajwid, dan kesungguhan dalam menjaga kemurnian bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



