Dari Mimbar Jumat, Ustadz Farhan Ajak Santri Darul Maarif NU Menjadi Penjaga Bumi: Alam Adalah Amanah Allah yang Harus Dirawat
Rejang Lebong, (Humas) — Menjaga alam bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan wujud tanggung jawab manusia atas amanah yang diberikan Allah Swt. Pesan penuh makna ini disampaikan Ustadz Farhan, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAIN Curup, saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Jamik Tanjung Beringin, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Jumat (9/10).
Di hadapan jamaah, pesan tentang kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi menjadi pengingat bahwa alam bukan hanya tempat untuk hidup, tetapi juga titipan yang harus dijaga dan dirawat. Manusia diberikan tanggung jawab untuk memanfaatkan kekayaan alam secara bijaksana, bukan mengeksploitasinya tanpa memikirkan dampak bagi kehidupan dan generasi mendatang.
Pesan tersebut mengajak jamaah untuk melihat kepedulian terhadap lingkungan dari sudut pandang keimanan. Menjalankan ibadah tidak hanya tercermin dalam hubungan dengan Allah Swt., tetapi juga melalui perilaku yang membawa kebaikan bagi sesama dan lingkungan. Menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman, serta menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab merupakan tindakan sederhana yang memiliki arti besar ketika dilakukan secara konsisten.
“Menjadi khalifah di muka bumi bukan berarti kita bebas memperlakukan alam sesuka hati. Sebaliknya, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memastikan alam tetap memberikan manfaat bagi kehidupan,” menjadi pesan utama yang relevan dengan tema khutbah tersebut.
Bagi kalangan santri, pesan ini memiliki makna tersendiri. Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama dan pengetahuan umum, melainkan juga ruang pembentukan karakter dan tanggung jawab. Nilai-nilai yang dipelajari dalam pengajian hendaknya tercermin dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga kebersihan masjid, merawat fasilitas pondok, mengelola sampah dengan baik, dan menciptakan lingkungan belajar yang bersih serta nyaman.
Melalui pemahaman tersebut, santri diajak menyadari bahwa menjaga alam tidak harus dimulai dari tindakan besar. Perubahan dapat tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama. Satu tindakan sederhana yang dilakukan dengan kesadaran dapat menjadi contoh bagi orang lain, terlebih jika ditanamkan sejak berada di lingkungan pendidikan pesantren.
Kegiatan khutbah Jumat ini juga menjadi bagian dari pengalaman pengabdian Ustadz Farhan sebagai mahasiswa PPL IAIN Curup di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Berbeda dengan pelaksanaan PPL yang berfokus pada pembelajaran formal di pagi hari, kegiatan PPL yang dijalankannya berlangsung pada waktu sore dan malam hari, dengan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan dan pembinaan santri sesuai penugasan.
Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berdakwah, menyampaikan pesan keislaman kepada jamaah, serta menghubungkan nilai-nilai agama dengan persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas, ketika ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan melalui kegiatan pengabdian.
Kehadiran mahasiswa PPL dalam kegiatan keagamaan pesantren sekaligus memperkaya suasana pendidikan yang memadukan ilmu, dakwah, dan pembentukan akhlak. Masjid menjadi ruang ibadah sekaligus tempat menyampaikan pesan moral yang dapat menginspirasi santri untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata.
Melalui khutbah tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Alam yang terawat akan memberikan manfaat bagi kehidupan, sedangkan kerusakannya dapat membawa dampak luas yang dirasakan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Bumi bukan sekadar tempat kita berpijak, melainkan amanah yang kelak harus kita pertanggungjawabkan. Menjaganya adalah bagian dari ikhtiar menjalankan tanggung jawab sebagai khalifah Allah Swt. di muka bumi.
Dari mimbar Jumat Masjid Jamik Tanjung Beringin, pesan itu menjadi pengingat bagi keluarga besar Darul Ma’arif NU untuk terus menumbuhkan generasi yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam. Sebab, santri yang baik bukan hanya mampu memahami ajaran agama, melainkan juga menghadirkan manfaat melalui tindakan nyata bagi lingkungan dan kehidupan bersama.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #PonpesDarulMaarifNU #IAINCurup #PPLIAINCurup #KhutbahJumat #Kemenag #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



