Master of Fraction, Cara Seru Guru Matematika MTsN 2 Rejang Lebong Ajak Murid Taklukkan Lima Misi Pecahan
Rejang Lebong, (Humas)— Pembelajaran Matematika di kelas 7 MTsN 2 Rejang Lebong dikemas secara kreatif melalui kegiatan berbasis permainan bertajuk Master of Fraction. Melalui rancangan pembelajaran yang dipandu oleh guru Matematika, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., murid diajak menaklukkan lima misi untuk memperkuat pemahaman konsep bilangan pecahan dengan cara yang aktif, kolaboratif, dan menantang. (9/10)
Kegiatan ini menggunakan pembelajaran berkelompok dengan model Think Pair Share (TPS), yaitu pendekatan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk berpikir secara mandiri (think), mendiskusikan penyelesaian bersama pasangan atau rekan kelompok (pair), kemudian membagikan hasil pemikirannya (share). Melalui model tersebut, murid tidak hanya dituntut memperoleh jawaban yang benar, tetapi juga belajar menjelaskan alasan dan strategi penyelesaian yang digunakan.
Dalam permainan Master of Fraction, murid harus menyelesaikan lima misi yang dirancang untuk mengembangkan pemahaman pecahan secara bertahap. Misi pertama adalah Pecahan Arsiran, yang mengajak murid menghubungkan gambar dengan nilai pecahan. Misi kedua, Pecahan Senilai, menantang murid menemukan berbagai bentuk pecahan yang memiliki nilai sama. Misi ketiga, Transformasi Pecahan, melatih murid mengubah bentuk pecahan sesuai kebutuhan penyelesaian soal.
Selanjutnya, pada misi keempat, Laboratorium Operasi Hitung Bilangan Pecahan, murid berlatih menerapkan operasi hitung pecahan secara tepat. Adapun misi kelima, Tantangan Cerita Kontekstual, mengajak murid menggunakan konsep pecahan untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari.
Setiap kelompok menerima kartu misi untuk dikerjakan bersama. Setelah berhasil menyelesaikan satu misi, kelompok memperoleh cap sebagai tanda penyelesaian, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kartu misi berikutnya. Mekanisme ini menghadirkan pengalaman belajar seperti sebuah petualangan, dengan setiap tahap menjadi tantangan yang harus dituntaskan sebelum mencapai misi terakhir.
Antusiasme murid terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka berusaha menyelesaikan setiap tantangan, berdiskusi dengan anggota kelompok, memeriksa jawaban, dan menentukan strategi agar dapat melanjutkan ke misi berikutnya. Suasana kompetitif yang positif tersebut memberikan ruang bagi murid untuk belajar melalui proses, bukan sekadar mengejar hasil akhir.
Guru Matematika, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., merancang kegiatan ini agar materi pecahan tidak hanya dipahami sebagai kumpulan rumus dan prosedur perhitungan. Menurutnya, murid perlu memperoleh kesempatan untuk menemukan hubungan antarkonsep, menguji pemahaman, serta menerapkan pengetahuan dalam berbagai bentuk persoalan.
Melalui lima misi tersebut, murid diarahkan untuk membangun pemahaman mulai dari representasi visual, kesetaraan nilai pecahan, perubahan bentuk pecahan, operasi hitung, hingga penerapan dalam soal cerita. Urutan ini membantu guru mengamati bagian materi yang telah dipahami murid maupun konsep yang masih memerlukan penguatan.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif.
“Pembelajaran Matematika perlu dirancang agar murid tidak hanya menghafal rumus, tetapi benar-benar memahami konsep dan mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah. Model pembelajaran melalui permainan seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun keterlibatan, kerja sama, dan keberanian murid dalam berpikir,” ungkap April.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan yang menyenangkan tetap harus berorientasi pada tujuan pembelajaran. Permainan bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk membantu murid mencapai kompetensi melalui aktivitas yang terarah.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa cepat kelompok menyelesaikan misi, tetapi bagaimana murid memahami prosesnya, berdiskusi, saling membantu, dan mampu menjelaskan alasan di balik jawaban mereka. Jika masih ada kesalahan, guru dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan penguatan konsep,” tambahnya.
Penerapan Master of Fraction memberikan sejumlah manfaat bagi pembelajaran. Dari sisi akademik, murid berlatih memahami representasi pecahan, menemukan pecahan senilai, melakukan transformasi bentuk pecahan, menyelesaikan operasi hitung, serta menerapkan konsep dalam soal kontekstual. Dari sisi keterampilan, kegiatan ini melatih komunikasi matematis, kerja sama, ketelitian, penalaran, dan pemecahan masalah.
Agar manfaatnya semakin optimal, hasil pengerjaan setiap misi dapat digunakan sebagai bahan refleksi. Guru dapat mengidentifikasi kesulitan yang paling sering muncul, memberikan umpan balik, serta menyiapkan latihan lanjutan sesuai kebutuhan murid. Dengan demikian, kegiatan berbasis permainan tidak berhenti pada pengalaman yang menyenangkan, tetapi berlanjut menjadi strategi untuk memperbaiki pemahaman konsep.
Melalui kegiatan Master of Fraction, MTsN 2 Rejang Lebong terus mendorong pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan berpusat pada murid. Pengalaman menaklukkan lima misi pecahan diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, serta membantu murid memahami bahwa Matematika bukan sekadar angka dan rumus, melainkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



.jpeg)