Kabut Asap Melanda Rejang Lebong, Kepala MA Darul Ma’arif NU Ajak Warga Madrasah Peduli Kesehatan dan Gunakan Masker demi Kelancaran Belajar
Rejang Lebong, (Humas) — Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang ditandai udara panas dan kabut asap yang turut dirasakan masyarakat Rejang Lebong, kepedulian terhadap kesehatan menjadi perhatian penting bagi dunia pendidikan. Kondisi ini mengingatkan bahwa proses belajar mengajar tidak hanya membutuhkan kesiapan tenaga pendidik dan semangat belajar santri, tetapi juga lingkungan yang sehat serta upaya bersama dalam menjaga kesehatan (9/10).
Menyikapi situasi tersebut, Kepala Madrasah Aliyah (MA) Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., mengajak seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU untuk meningkatkan kewaspadaan dan membudayakan perilaku hidup sehat. Ajakan ini ditujukan kepada dewan guru, asatidz, tenaga kependidikan, serta seluruh santri agar senantiasa menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Bagi Darul Ma’arif NU, kesehatan merupakan bagian penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan. Guru yang sehat dapat menjalankan tugas mendidik dengan optimal, asatidz dapat melaksanakan pembinaan dan pendampingan santri dengan baik, sementara para santri dapat mengikuti pembelajaran di kelas, kegiatan mengaji, serta berbagai program pesantren dengan lebih nyaman.
Salah satu langkah sederhana yang ditekankan adalah membiasakan penggunaan masker sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan. Langkah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kesehatan harus berjalan beriringan dengan semangat menuntut ilmu. Pendidikan yang baik tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan kesadaran untuk menjaga diri, peduli terhadap sesama, dan bertanggung jawab atas kesehatan bersama.
Kepala MA Darul Ma’arif NU berharap seluruh warga madrasah dan pesantren dapat saling mengingatkan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau berada di lingkungan yang terpapar kabut asap. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika asap semakin pekat, dan kegiatan pembelajaran perlu menyesuaikan kondisi apabila kualitas udara membahayakan kesehatan. Apabila muncul keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan, warga madrasah diimbau segera mencari pertolongan medis.
Ajakan ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan pesantren. Santri tidak hanya belajar melalui buku dan penjelasan guru, tetapi juga melalui keteladanan dalam menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, menaati imbauan, serta menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan teman-temannya.
Semangat menjaga kesehatan ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar Darul Ma’arif NU. Sebab, keberlangsungan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditopang oleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang para santri.
“Mari kita jaga kesehatan bersama. Guru, asatidz, tenaga kependidikan, dan seluruh santri harus tetap menjadi perhatian kita. Biasakan memakai masker saat diperlukan, saling mengingatkan, dan utamakan keselamatan. Kita berharap seluruh keluarga besar Darul Ma’arif NU senantiasa diberikan kesehatan sehingga kegiatan belajar mengajar, pengajian, dan pembinaan santri dapat berjalan dengan baik,” menjadi pesan dalam ajakan menjaga kesehatan tersebut.
Melalui gerakan kepedulian ini, MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari ikhtiar memajukan pendidikan. Di tengah tantangan kondisi lingkungan, semangat belajar harus tetap dijaga dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh warga madrasah.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #PonpesDarulMaarifNU #RejangLebong #PendidikanSehat #MadrasahPeduliKesehatan #GerakanMadrasahSehat #WaspadaKabutAsap #AyoPakaiMasker
From : MA Darul Maarif NU



.jpeg)