Tuntaskan AKGTK Sesi Ketiga, Kepala MA Darul Maarif NU Jadikan Evaluasi sebagai Bekal Memajukan Madrasah
REJANG LEBONG, (Humas) — Kepala Madrasah Aliyah (MA) Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., akhirnya menuntaskan pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) bagi kepala madrasah pada Kamis (8/10). Ia mendapatkan jadwal pada sesi ketiga yang dimulai pukul 13.00 WIB.
Keikutsertaan dalam asesmen ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi kepala madrasah, khususnya dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen pendidikan, kepemimpinan, serta tata kelola madrasah yang efektif. Pelaksanaan AKGTK juga menjadi kesempatan untuk mengukur pemahaman sekaligus memperluas wawasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin lembaga pendidikan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen, Dedi mengungkapkan bahwa sejumlah soal yang dikerjakan berkaitan erat dengan pengetahuan dan praktik manajemen kepala madrasah. Berbekal pengalaman dalam menjalankan tugas sehari-hari, ia merasa dapat menjawab banyak pertanyaan dengan tepat berdasarkan pemahamannya mengenai pengelolaan dan kepemimpinan madrasah.
Menurutnya, pengalaman mengikuti AKGTK bukan sekadar menyelesaikan asesmen, melainkan juga menjadi sarana refleksi untuk melihat kembali berbagai aspek pengelolaan madrasah yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, dan dikembangkan ke depannya.
Baginya, pemahaman tentang manajemen kepala madrasah merupakan bekal penting dalam mengarahkan lembaga pendidikan agar terus berkembang. Mulai dari perencanaan program, pengelolaan sumber daya, peningkatan kualitas pembelajaran, pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan, hingga penciptaan lingkungan pendidikan yang tertib dan kondusif, seluruhnya membutuhkan kepemimpinan yang terarah dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan AKGTK bagi kepala madrasah telah selesai saya ikuti. Ada banyak soal yang berkaitan dengan manajemen kepala madrasah dan dapat saya jawab berdasarkan pemahaman serta pengalaman selama menjalankan tugas. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat bahwa memimpin madrasah membutuhkan kemauan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan,” ungkap Dedi.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui pelaksanaan AKGTK dapat semakin memperkuat komitmennya dalam membenahi dan mengembangkan MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Baginya, kemajuan madrasah tidak hanya ditentukan oleh program yang direncanakan, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam mengambil keputusan, membangun kerja sama, melakukan evaluasi, serta memastikan setiap program berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Lebih lanjut, peningkatan kompetensi kepala madrasah diharapkan memberikan dampak positif bagi seluruh warga madrasah. Dengan manajemen yang semakin baik, koordinasi antara pimpinan, guru, dan tenaga kependidikan dapat terus diperkuat sehingga pelayanan pendidikan kepada peserta didik semakin optimal.
Dedi juga menegaskan pentingnya menjadikan setiap proses evaluasi sebagai peluang untuk berkembang. Hasil dan pengalaman selama mengikuti asesmen diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus memperbaiki tata kelola lembaga, menjaga mutu pembelajaran, serta memperkuat budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab.
Melalui momentum ini, MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus berupaya membangun fondasi pendidikan yang berkualitas dengan mengedepankan semangat belajar, pembenahan berkelanjutan, dan kolaborasi seluruh unsur madrasah.
(De/Edwinsya)Hastag : #AKGTK #KepalaMadrasah #MADarulMaarifNU #Kemenag #ManajemenMadrasah #KompetensiKepalaMadrasah #MutuPendidikan #MadrasahMaju #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU


.jpg)
