Bersama Mencari Cara Terbaik, Dewan Guru MA Darul Maarif NU Perkuat Strategi Pembelajaran Santri
Rejang Lebong, (Humas) — Menciptakan pembelajaran yang mudah dipahami, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik membutuhkan proses serta kerja sama dari seluruh guru. Hal tersebut terus dibangun oleh MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong melalui kebersamaan dewan guru dalam berdiskusi, bertukar gagasan, dan mencari berbagai bahan pembelajaran yang dapat diterapkan kepada santri (8/10).
Tidak hanya menjalankan pembelajaran berdasarkan materi yang telah tersedia, para guru juga berupaya memikirkan bagaimana materi tersebut dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik sehingga santri tidak merasa jenuh dan lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
Dalam kegiatan bersama, dewan guru saling berdiskusi mengenai pengalaman selama proses pembelajaran, membicarakan kendala yang ditemui di kelas, serta mencari alternatif metode yang dinilai lebih sesuai dengan karakter dan kemampuan santri. Berbagai bahan pembelajaran juga dicari dan dipelajari bersama untuk kemudian disesuaikan sebelum diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Kebersamaan tersebut menjadi salah satu upaya madrasah untuk memastikan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi semata. Guru dituntut untuk terus belajar dan melakukan penyesuaian agar pembelajaran yang diberikan benar-benar dapat diterima dengan baik oleh santri.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., menyampaikan bahwa guru perlu memiliki semangat untuk terus mencari dan mengembangkan cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Kita perlu bersama-sama mencari cara bagaimana pelajaran dapat disampaikan dengan lebih menarik dan mudah dipahami oleh santri. Karena setiap peserta didik memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda, maka cara penyampaiannya juga perlu terus kita pikirkan,” ujarnya.
Menurutnya, diskusi antarguru menjadi ruang penting untuk saling memberikan masukan. Guru dapat berbagi pengalaman mengenai metode yang telah digunakan, kemudian bersama-sama melihat apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.
“Kita berdiskusi bukan untuk mencari siapa yang paling baik, tetapi bagaimana kita bisa menemukan pembelajaran yang lebih baik. Bahan-bahan pembelajaran kita cari bersama, kita pelajari, kemudian kita sesuaikan dengan kebutuhan santri agar ketika diterapkan di kelas dapat diterima dengan baik,” tambahnya.
Melalui kebersamaan tersebut, para guru diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan pembelajaran. Ide dari satu guru dapat menjadi masukan bagi guru lainnya, sehingga tercipta budaya saling belajar dan saling mendukung di lingkungan madrasah.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #PembelajaranMenarik #PembelajaranEfektif #DiskusiGuru #StrategiPembelajaran #Kemenag #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



