Peduli Lingkungan Dimulai dari Langkah Kecil, Santri MA Darul Maarif NU Biasakan Menelusuri Lingkungan Madrasah
Rejang Lebong, (Humas) — Menjaga kebersihan lingkungan madrasah bukan hanya menjadi tugas petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah. Hal inilah yang terus dibangun di lingkungan MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, salah satunya melalui pembiasaan santri untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar (8/10).
Pada pagi hari, santri diarahkan untuk melakukan penelusuran ringan di sekitar gedung madrasah, taman, serta area tumbuhan yang berada di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyusuri sudut-sudut lingkungan untuk melihat apakah masih terdapat sampah yang tercecer. Jika ditemukan, santri diarahkan untuk mengambil dan menempatkannya pada tempat yang semestinya.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi bagian dari pembiasaan agar santri memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan. Tidak hanya membersihkan ketika lingkungan sudah terlihat kotor, tetapi juga membiasakan diri untuk melihat, menemukan, mengambil, dan menjaga kebersihan secara bersama-sama.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., menyampaikan bahwa kesadaran menjaga kebersihan memang perlu dibangun secara terus-menerus. Menurutnya, meskipun imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya sudah sering disampaikan, masih diperlukan pembiasaan dan keteladanan secara langsung.
“Kita terus mengarahkan santri untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun, membangun kesadaran itu membutuhkan proses. Karena itu, kita juga mengajak santri untuk tidak hanya menunggu lingkungan bersih, tetapi ikut melihat dan memastikan lingkungan madrasah tetap bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, penelusuran lingkungan pada pagi hari bukan semata-mata untuk mencari sampah, tetapi sebagai sarana membangun kepedulian dan rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah.
“Kalau ada sampah yang terlihat, jangan menunggu orang lain yang mengambil. Mari kita bersama-sama menjadi contoh. Ketika satu santri mengambil sampah, santri lainnya melihat dan ikut melakukan, dari situlah kepedulian lingkungan akan tumbuh,” lanjutnya.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan indah juga akan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi santri dan guru dalam menjalankan aktivitas pendidikan. Area taman, tumbuhan, halaman, hingga sudut-sudut gedung madrasah perlu dijaga agar tetap tertata dan menyenangkan dipandang.
Pembiasaan tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga belajar secara langsung tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, gotong royong, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan langkah sederhana seperti menyusuri lingkungan pada pagi hari, mengambil sampah yang ditemukan, serta menjaga taman dan tumbuhan di sekitar madrasah, diharapkan kepedulian tersebut semakin menjadi kebiasaan.
Sebab lingkungan yang bersih tidak tercipta hanya karena ada yang membersihkan, tetapi karena seluruh warga madrasah memiliki kesadaran untuk tidak mengotorinya dan bersama-sama menjaganya.
MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus mendorong semangat tersebut agar kebersihan bukan hanya menjadi program, tetapi menjadi budaya bersama santri dan seluruh warga madrasah.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #DarulMaarifNU #SantriPeduliLingkungan #MadrasahBersih #LingkunganBersih #SantriPeduli #Kemenag #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)