Tak Sekadar Beristirahat, Santri MA Darul Maarif NU Manfaatkan Waktu Luang dengan Membaca, Menulis, dan Berkarya
REJANG LEBONG, (Humas) — Waktu istirahat menjadi bagian penting dalam keseharian santri di madrasah. Namun, bagi santri Madrasah Aliyah (MA) Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, waktu di luar pembelajaran tidak selalu diisi dengan bersantai. Sebagian santri justru memanfaatkannya untuk melakukan berbagai aktivitas positif, mulai dari membaca, menulis, menggambar hingga mengembangkan kreativitas sesuai dengan minat masing-masing (08/10).
Seperti terlihat pada salah satu aktivitas santri, di sela waktu istirahat setelah menyelesaikan pembelajaran di kelas, seorang santri memilih duduk dengan tenang sambil membaca dan menulis. Kegiatan sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk kebiasaan positif yang terus didorong di lingkungan madrasah.
Bagi santri, kegiatan membaca dan menulis dapat menjadi kesempatan untuk menambah wawasan, menuangkan gagasan, mencatat hal-hal penting maupun sekadar melatih kemampuan mengekspresikan pemikiran. Sementara itu, kegiatan menggambar dan aktivitas kreatif lainnya juga menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan bakat dan imajinasi.
Kebiasaan memanfaatkan waktu luang secara positif ini sejalan dengan upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya aktif ketika proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas, tetapi juga mendorong santri untuk tetap memiliki aktivitas yang edukatif di luar jam pelajaran.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., menyampaikan bahwa waktu luang santri perlu diarahkan agar dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari proses pembentukan kebiasaan yang baik.
“Kami terus mendorong santri agar dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Tidak harus selalu dalam bentuk pembelajaran formal di dalam kelas. Membaca, menulis, menggambar, berdiskusi, atau mengembangkan keterampilan juga merupakan bagian dari proses belajar,” ungkapnya.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak positif terhadap karakter santri. Ketika santri terbiasa membawa buku, menulis, membaca atau melakukan kegiatan kreatif ketika memiliki waktu luang, secara perlahan akan tumbuh kesadaran untuk menggunakan waktu dengan lebih baik.
“Yang terpenting adalah bagaimana santri memiliki kesadaran bahwa waktu yang mereka miliki sangat berharga. Waktu istirahat tetap kita berikan sebagai kesempatan untuk beristirahat, tetapi ketika ada keinginan untuk membaca, menulis atau berkarya, tentu itu menjadi hal yang sangat baik dan perlu kita dukung,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa madrasah berupaya memberikan ruang yang nyaman bagi santri untuk melakukan aktivitas positif. Lingkungan yang bersih, tertata dan nyaman diharapkan dapat mendukung santri dalam belajar maupun mengembangkan kreativitasnya.
Kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari pembiasaan untuk membangun budaya literasi dan kreativitas di lingkungan madrasah. Santri tidak hanya diarahkan untuk memahami materi pelajaran, tetapi juga dibiasakan memiliki rasa ingin tahu, gemar membaca, mampu menuangkan ide melalui tulisan serta berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dengan demikian, waktu di luar kelas tetap dapat menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan. Istirahat tetap menjadi waktu untuk melepas penat, tetapi bagi santri yang ingin membaca, menulis dan berkarya, setiap waktu dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh.
Melalui pembiasaan tersebut, MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus berkomitmen menciptakan suasana pendidikan yang mendukung perkembangan santri secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik, karakter, kreativitas maupun kemandirian, sesuai dengan semangat madrasah untuk melahirkan generasi sholeh, cerdas, mandiri, dan berprestasi.
(De/Edwinsya)Hastag : MADarulMaarifNU #DarulMaarifNU #SantriProduktif #SantriKreatif #LiterasiSantri #BudayaMembaca #BudayaMenulis #KegiatanSantri #SantriBerprestasi #Kemenag #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)