KUA SBI Bimbing Catin Membaca Al-Qur’an sebagai Bekal Kehidupan Berkeluarga
Rejang Lebong (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepada calon pengantin (catin) melalui pelayanan keagamaan yang edukatif dan humanis. Salah satu bentuk pembinaan yang diberikan adalah membimbing calon pengantin membaca Al-Qur’an maupun Iqra’ sebagai bekal dalam menjalani kehidupan berumah tangga. (8/10)
Pembinaan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan SBI, Saleha, S.Sos. dan Tutik Nurhidayati, S.Sos. Para penyuluh memberikan bimbingan secara langsung kepada catin yang datang ke KUA, terutama bagi mereka yang masih memerlukan pendampingan dalam mengenal huruf hijaiyah, membaca Iqra’, maupun membaca Al-Qur’an dengan baik.
Kepala KUA Kecamatan SBI, Efrianto, S.Sos.I., M.H., menyampaikan bahwa pembinaan calon pengantin tidak hanya sebatas melengkapi persyaratan administrasi pernikahan, tetapi juga mempersiapkan pasangan agar memiliki bekal keagamaan yang memadai.
“Al-Qur’an merupakan pedoman penting dalam kehidupan seorang muslim, termasuk dalam membangun kehidupan berkeluarga. Karena itu, kami berupaya memberikan pembinaan kepada calon pengantin agar mereka memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan rumah tangga,” ujar Efrianto.
Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi bekal bagi calon pasangan dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Selain itu, pemahaman terhadap Al-Qur’an juga sangat penting bagi pasangan yang kelak akan menjadi orang tua dan memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan SBI, Saleha, S.Sos., mengatakan bahwa bimbingan diberikan dengan penuh kesabaran dan menyesuaikan kemampuan masing-masing calon pengantin.
“Kami membimbing calon pengantin secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka. Ada yang sudah lancar membaca Al-Qur’an dan ada pula yang masih belajar dari Iqra’. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an,” jelas Saleha.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Tutik Nurhidayati, S.Sos., menambahkan bahwa pembinaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran calon pengantin mengenai pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga.
“Kami berharap calon pengantin tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membina rumah tangga dan mendidik anak-anaknya kelak. Keteladanan orang tua sangat penting dalam membentuk kehidupan keagamaan anak,” ungkap Tutik.
Ketekunan para penyuluh dalam memberikan pembinaan menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan SBI menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat. Setiap calon pengantin diharapkan mendapatkan bekal yang cukup, baik dari sisi administrasi, pengetahuan agama, maupun kesiapan membangun kehidupan keluarga.
Melalui pembinaan tersebut, KUA Kecamatan SBI mengajak calon pengantin untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan Allah SWT, serta mempersiapkan pernikahan dengan hati yang bersih, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Dengan bekal Al-Qur’an dan pemahaman agama yang baik, diharapkan lahir keluarga yang harmonis serta generasi penerus yang berakhlak mulia.
(AMINAH/Edwinsya)Hastag : #Kanwil#kemenag#kemenagrejanglebong#penyuluh#kua#kuasbi#SBi#Bimwin
From : KUA S. Beliti Ulir



