Dari Sampah Jadi Manfaat, Santri Darul Ma’arif NU Rutin Pilah dan Kelola Bank Sampah
Rejang Lebong, (Humas) — Bagi santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, menjaga kebersihan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, para santri terus dibiasakan untuk mengenali, memilah, dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna melalui kegiatan rutin di penampungan bank sampah. (8/10)
Kegiatan tersebut dilakukan secara berkala dengan melibatkan santri dalam proses pemilahan sampah yang terkumpul. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, antara sampah produktif yang masih dapat dimanfaatkan dan sampah nonproduktif yang tidak lagi memiliki nilai guna.
Dengan cara ini, santri diajak mengubah cara pandang terhadap sampah. Sesuatu yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata masih dapat menjadi bagian dari kegiatan produktif apabila dikelola dengan tepat.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., terus memberikan arahan agar kegiatan pemilahan dan pemanfaatan sampah produktif dilakukan secara rutin dan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Menurutnya, keberadaan bank sampah dapat menjadi ruang pembelajaran nyata bagi santri untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus belajar tentang pemanfaatan barang yang masih bernilai.
“Sampah produktif jangan langsung dibuang. Kita pilah, kita kumpulkan, kemudian kita manfaatkan. Dari kebiasaan sederhana ini santri belajar menjaga lingkungan sekaligus belajar melihat peluang dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai,” arahannya.
Arahan tersebut terus ditekankan agar santri terbiasa melakukan pemilahan sejak dari lingkungan madrasah dan pesantren. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk karakter santri yang peduli, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memanfaatkan sesuatu secara bijak.
Dari Kebiasaan Kecil, Tumbuh Kepedulian Besar
Kegiatan di bank sampah juga menjadi bentuk pembelajaran langsung bagi santri. Mereka tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga lingkungan melalui teori, tetapi ikut terlibat dalam proses nyata mulai dari mengumpulkan, memilah, hingga memisahkan sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Sampah produktif yang telah dipilah kemudian dapat dikumpulkan untuk dikelola lebih lanjut. Sementara itu, sampah nonproduktif dipisahkan agar tidak bercampur kembali dengan sampah yang masih memiliki potensi manfaat.
Semangat ini menjadi bagian dari upaya Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam membangun lingkungan yang bersih sekaligus menanamkan nilai kemandirian dan kreativitas kepada santri.
Sebab, menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Cukup dimulai dari satu sampah yang dipilah, satu kebiasaan yang dilakukan rutin, dan satu kesadaran bahwa apa yang kita buang hari ini mungkin masih bisa menjadi manfaat bagi hari esok.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #BankSampah #PilahSampah #SampahProduktif #PeduliLingkungan #PesantrenHijau #SantriPeduliLingkungan #KreativitasSantri
From : MA Darul Maarif NU



