Satu Harakat, Seribu Perhatian! PAI KUA Curup Utara Bongkar Teknik Membaca Al-Qur’an yang Tepat Bersama Mahasiswa IAIN Curup
Rejang Lebong (Humas) -Pada hari ini Senin (5/10) tentang Satu Harakat, Seribu Perhatian! PAI KUA Curup Utara Yessy Misra, S.Pd.I Bongkar Teknik Membaca Al-Qur’an yang Tepat Bersama Mahasiswa IAIN Curup. Membaca Al-Qur’an bukan hanya tentang mampu melafalkan setiap huruf, tetapi juga bagaimana setiap bacaan diucapkan sesuai kaidah yang benar. Hal inilah yang menjadi perhatian PAI KUA Kecamatan Curup Utara, Yessy Misra, S.Pd.I, saat memberikan bimbingan kepada mahasiswa IAIN Curup. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya ilmu tajwid, makharijul huruf, serta ketepatan panjang dan pendek bacaan.
Yessy Misra menekankan bahwa satu harakat tidak boleh dianggap sepele. Perbedaan panjang dan pendek dalam membaca Al-Qur’an harus diperhatikan karena berkaitan dengan ketepatan pelafalan dan kesempurnaan bacaan. Karena itu, mahasiswa tidak hanya diberikan penjelasan secara teori, tetapi juga diarahkan untuk langsung mempraktikkan bacaan secara bergantian.
Dalam bimbingan tersebut, mahasiswa dilatih mengenali bagian-bagian bacaan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk penerapan hukum tajwid dan ukuran panjang pendek bacaan. Setiap kesalahan yang ditemukan langsung dikoreksi agar mahasiswa mengetahui letak kekeliruannya dan mampu memperbaikinya saat membaca kembali.
Yessy Misra menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik membutuhkan ketelitian dan latihan yang berkesinambungan. Menurutnya, membaca dengan lancar saja belum cukup apabila masih terdapat kesalahan dalam pengucapan huruf, penerapan hukum tajwid maupun panjang pendek bacaan.
“Jangan merasa sudah benar hanya karena bacaan terdengar lancar. Dalam membaca Al-Qur’an, ketepatan tetap menjadi hal utama. Satu harakat saja perlu diperhatikan agar bacaan tidak keluar dari kaidah yang seharusnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan bimbingan ini, PAI KUA Kecamatan Curup Utara berharap mahasiswa IAIN Curup semakin memahami bahwa mempelajari Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan, ketelitian dan latihan. Dengan penguasaan tajwid yang baik, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar, tetapi juga mampu menjaga ketepatan bacaan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Curup Utara dalam memperkuat pembinaan keagamaan di kalangan mahasiswa. Kehadiran penyuluh agama di tengah lingkungan pendidikan diharapkan dapat terus memberikan manfaat sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an, memahami cara membacanya dengan benar, serta menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



