Merah Putih di Tangan Santri Darul Maarif NU, Semangat Nasionalisme Diasah Lewat Latihan Pengibaran
Rejang Lebong (Humas) - Menumbuhkan rasa cinta tanah air tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dan kegiatan nyata yang mampu membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan jiwa nasionalisme. Hal tersebut tampak dari keseriusan para santri MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong saat mengikuti latihan pengibaran bendera Merah Putih, Minggu (04/10).
Dalam suasana latihan, para santri terlihat serius mengikuti setiap arahan dan berusaha memperbaiki setiap gerakan yang masih kurang tepat. Latihan dilakukan secara berulang agar seluruh anggota mampu memahami tugas masing-masing, menjaga kekompakan barisan, serta memiliki kesiapan ketika nantinya mendapat amanah dalam pelaksanaan upacara.
Mulai dari sikap berdiri, ketepatan langkah, gerakan tangan, cara membawa bendera, hingga proses pengibaran Merah Putih menjadi bagian yang diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya mengandalkan keberanian, para santri juga dituntut memiliki ketelitian dan kesabaran karena setiap tahapan membutuhkan koordinasi yang baik antara satu anggota dengan anggota lainnya.
Keseriusan tersebut menunjukkan bahwa bagi para santri, mengibarkan bendera Merah Putih bukan sekadar menjalankan sebuah tugas dalam kegiatan upacara. Di balik setiap langkah dan gerakan yang dilatih, terdapat nilai tanggung jawab untuk menjaga kehormatan Sang Merah Putih sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia.
Latihan juga menjadi ruang bagi santri untuk belajar bahwa keberhasilan sebuah tugas tidak dapat dicapai seorang diri. Kekompakan menjadi kunci utama. Setiap anggota harus mampu memahami peran masing-masing, mengikuti aba-aba, menjaga tempo, dan saling mendukung agar seluruh rangkaian dapat berjalan dengan baik.
Dari sinilah pendidikan karakter tumbuh secara nyata. Santri belajar bahwa kedisiplinan bukan hanya tentang datang tepat waktu atau mengikuti aturan, tetapi juga tentang kesungguhan dalam menjalankan amanah. Tanggung jawab tidak hanya berupa ucapan, melainkan dibuktikan melalui kesiapan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan kehidupan santri di lingkungan pesantren yang senantiasa mengajarkan keseimbangan antara ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kecintaan kepada agama dan kecintaan kepada tanah air dapat berjalan bersama sebagai bagian dari pembentukan generasi yang memiliki karakter kuat.
Bagi MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, rasa percaya diri, kepedulian sosial, serta kesadaran untuk ikut menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Kesungguhan para santri dalam berlatih juga menjadi pesan bahwa rasa cinta tanah air perlu dirawat melalui tindakan nyata. Mengenal dan menghormati simbol negara, menjaga kedisiplinan, menghargai perjuangan para pendahulu, serta memiliki semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa merupakan bentuk sederhana dari nasionalisme yang dapat ditanamkan sejak dini.
Latihan pengibaran bendera pun diharapkan tidak berhenti pada kemampuan teknis semata. Lebih dari itu, setiap latihan menjadi proses pembentukan mental santri agar mampu menjadi pribadi yang siap menerima amanah, berani tampil, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang dipercayakan kepadanya.
Dengan semangat Merah Putih yang terus ditanamkan, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tetap kokoh memegang nilai-nilai keislaman sekaligus memiliki kecintaan yang kuat terhadap Indonesia. Sebab, menjadi santri bukan hanya tentang menuntut ilmu dan memperbaiki akhlak, tetapi juga tentang mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #PonpesDarulMaarifNU #SantriCintaTanahAir #Kemenag #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



