Jadi Detektif, Murid Kelas 9 MTsN 2 Rejang Lebong Pecahkan Kasus Gangguan Sistem Reproduksi
Rejang Lebong, (Humas) — Pembelajaran IPA di kelas 9 MTsN 2 Rejang Lebong berlangsung dengan suasana berbeda pada Kamis (1/10). Guru IPA, Ade Sonnie Aglesia, M.Pd., mengajak murid mempelajari materi penyakit dan gangguan sistem organ reproduksi melalui pendekatan Game Based Learning.
Dalam pembelajaran tersebut, murid tidak hanya menerima penjelasan materi, tetapi berperan sebagai detektif yang ditantang untuk memecahkan berbagai kasus. Kegiatan didukung dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan kartu kasus yang berisi permasalahan terkait penyakit dan gangguan pada sistem organ reproduksi.
Melalui kartu kasus, murid diminta membaca informasi, mengidentifikasi permasalahan, mencari kemungkinan penyebab, serta menyusun kesimpulan berdasarkan konsep IPA yang telah dipelajari. Aktivitas tersebut dirancang untuk mendorong murid berpikir kritis sekaligus menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi yang dapat dijumpai dalam kehidupan nyata.
Proses pemecahan kasus dilakukan menggunakan metode Think Pair Share (TPS). Murid terlebih dahulu memikirkan dan menganalisis kasus secara mandiri (Think), kemudian berdiskusi dengan pasangan untuk membandingkan hasil pemikiran (Pair), dan selanjutnya membagikan hasil pembahasan kepada kelas (Share).
Guru IPA Ade Sonnie Aglesia, M.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan permainan dalam pembelajaran diharapkan dapat membuat murid lebih aktif dalam memahami materi.
“Melalui kartu kasus ini, murid tidak hanya menghafal jenis penyakit dan gangguan sistem reproduksi, tetapi juga belajar menganalisis suatu permasalahan dan menemukan solusinya berdasarkan konsep yang dipelajari,” ujarnya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, mengapresiasi pembelajaran yang menghadirkan pengalaman belajar aktif dan kontekstual bagi murid.
“Pembelajaran seperti ini memberikan ruang kepada murid untuk berpikir, berdiskusi, bekerja sama, dan berani menyampaikan hasil pemikirannya. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang membuat murid terlibat secara langsung,” ungkapnya.
Penerapan Game Based Learning melalui kartu kasus tersebut menjadi salah satu upaya MTsN 2 Rejang Lebong untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan. Murid belajar bukan hanya untuk mengetahui jawaban, tetapi juga untuk memahami proses menemukan jawaban.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



