Bukan Sekadar Bisa Shalat, Santri Darul Ma’arif NU Terus Dibina agar Bacaan dan Gerakannya Semakin Sempurna
Rejang Lebong, (Humas) - Pembinaan santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas. Dalam keseharian, para pembina terus melakukan pemantauan perkembangan ibadah santri, salah satunya melalui pengecekan bacaan dan praktik salat secara rutin (1/10).
Secara berkala, pembina santri memperhatikan kemampuan masing-masing santri dalam melaksanakan salat, mulai dari ketepatan bacaan, gerakan, urutan pelaksanaan, hingga kesesuaian praktiknya. Jika masih ditemukan kekeliruan, santri diberikan arahan dan bimbingan untuk memperbaikinya secara bertahap.
Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pembiasaan. Santri tidak hanya diarahkan untuk mengetahui tata cara salat secara teori, tetapi juga dibimbing agar mampu mempraktikkannya dengan benar, tertib, dan penuh kesadaran.
Bagi pesantren, pembinaan seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter santri. Sebab, pendidikan keagamaan tidak cukup hanya dengan memahami ilmu, tetapi juga membutuhkan latihan, keteladanan, dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten.
Para pembina pun terus berupaya mengenali perkembangan setiap santri. Ada yang sudah lancar, ada pula yang masih membutuhkan pendampingan pada bagian tertentu. Semua menjadi bagian dari proses belajar yang terus diperbaiki.
Dari satu bacaan yang diperbaiki, satu gerakan yang diluruskan, hingga satu praktik yang diulang kembali, pesantren sedang membangun kebiasaan ibadah yang diharapkan melekat dalam kehidupan santri.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan ini, Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus berikhtiar melahirkan santri yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga memiliki ketekunan dalam beribadah dan akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #SantriDarulMaarifNU #PembinaanSantri #PendidikanPesantren #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



