Kekurangan Bukan Penghalang Prestasi, Guru BK MTsN 2 Filial Tanamkan Semangat Percaya Diri
Rejang Lebong, (Humas) — Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Filial Rejang Lebong, Sri Wahyulianti, S.Pd.I., Gr., mengajak siswa kelas 9 untuk membangun kepercayaan diri dan tidak menjadikan kekurangan fisik sebagai hambatan dalam meraih prestasi. Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan menonton film inspiratif dan motivatif di mushola MTsN 2 Filial Rejang Lebong, Kamis (1/10).
Kegiatan tersebut dirancang sebagai salah satu bentuk layanan bimbingan yang tidak hanya memberikan pemahaman melalui penyampaian materi, tetapi juga mengajak siswa belajar dari kisah dan pengalaman yang ditampilkan dalam film. Siswa diajak menyimak perjalanan tokoh yang menghadapi keterbatasan, tetapi tetap berusaha, percaya diri, dan berjuang mencapai tujuan.
Sri Wahyulianti menyampaikan bahwa kondisi fisik bukanlah ukuran yang menentukan masa depan seseorang. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila disertai kemauan, keberanian, dan usaha yang sungguh-sungguh.
“Jangan minder dengan kekurangan yang kita miliki. Kekurangan fisik bukan alasan untuk berhenti bermimpi atau merasa tidak mampu. Setiap orang memiliki kelebihan dan potensi masing-masing yang bisa dikembangkan,” pesan Sri kepada siswa.
Melalui tayangan film tersebut, siswa kelas 9 diarahkan untuk melihat bahwa tantangan dalam kehidupan tidak selalu harus dihadapi dengan rasa takut atau rendah diri. Sebaliknya, keterbatasan dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang untuk tumbuh lebih kuat dan menemukan potensi yang dimilikinya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, mengapresiasi kegiatan yang diberikan kepada siswa melalui layanan BK tersebut. Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu membangun karakter, mental, dan kepercayaan diri murid.
“Setiap murid memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, jangan sampai kekurangan yang dimiliki membuat mereka merasa rendah diri. Madrasah harus membantu murid mengenali kelebihannya, mengembangkan potensinya, dan berani meraih prestasi,” ujar Wawan.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan guru sangat diperlukan agar siswa mampu melihat dirinya secara positif. Lingkungan pendidikan, menurutnya, perlu memberikan ruang bagi setiap murid untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan potensinya.
Kegiatan menonton film inspiratif ini kemudian dilanjutkan dengan penguatan pesan oleh guru BK. Siswa diajak mengambil nilai positif dari film yang ditonton dan menghubungkannya dengan kehidupan mereka sendiri, khususnya dalam menghadapi rasa minder, keterbatasan, maupun tantangan untuk meraih cita-cita.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa kelas 9 MTsN 2 Filial Rejang Lebong semakin percaya terhadap kemampuan dirinya, berani mengembangkan potensi, serta tidak mudah menyerah hanya karena memiliki keterbatasan tertentu.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
