Satu Detik Bisa Beda Bacaan! PAI KUA Curup Utara Bongkar Rahasia Mad Lazim, Ikhfa dan Qolqolah Remaja Batu Panco
Rejang Lebong (Humas) – Membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya lancar mengeja setiap ayat. Panjang pendek bacaan, cara menyamarkan suara, hingga pantulan huruf harus diperhatikan agar bacaan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Hal inilah yang menjadi perhatian PAI KUA Kecamatan Curup Utara Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I saat memberikan bimbingan penyuluhan kepada Remaja Desa Batu Panco, Rabu, 30 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I mengajak para remaja untuk memahami bahwa perbedaan panjang dan pendek bacaan bukan sekadar persoalan irama. Ketepatan dalam menerapkan hukum mad menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an. Para remaja diberikan pemahaman mengenai Mad Lazim, termasuk bagaimana menentukan dan mempraktikkannya ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Tidak berhenti pada Mad Lazim, materi juga diarahkan pada penerapan hukum Ikhfa. Para remaja dibimbing untuk memahami karakter bacaan Ikhfa yang harus dibaca samar dengan tetap memperhatikan ketepatan makhraj dan dengungnya. Praktik secara langsung dilakukan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya ketika membaca Al-Qur’an.
Siti juga menekankan hukum Qolqolah, terutama bagaimana suara huruf tertentu harus dipantulkan secara tepat. Kesalahan dalam memberikan pantulan dapat membuat bacaan terdengar berbeda. Karena itu, peserta diajak berlatih secara berulang agar semakin peka membedakan bacaan yang tepat dan yang masih perlu diperbaiki.
“Jangan menganggap panjang pendek bacaan sebagai hal kecil. Dalam membaca Al-Qur’an, setiap hukum tajwid memiliki aturan yang harus diperhatikan. Karena itu, membaca dengan benar harus menjadi kebiasaan sejak usia remaja,” ujar Siti dalam arahannya.
Antusiasme terlihat dari para remaja yang mengikuti praktik membaca secara bergantian. Setiap kesalahan panjang pendek, penerapan Ikhfa, maupun pantulan Qolqolah langsung diperbaiki sehingga peserta dapat mengetahui letak kesalahannya dan mencoba kembali dengan bacaan yang lebih tepat.
Melalui bimbingan tersebut, PAI KUA Kecamatan Curup Utara terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan membaca sesuai kaidah tajwid. Sebab, satu detik dalam bacaan bisa menjadi pembeda—dan ketelitian hari ini adalah langkah untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an di masa mendatang.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara


.jpg)
