MTsN 2 Rejang Lebong Siapkan Rapor STS, Kelas 7 Akan Dibagikan melalui Home Visit
Rejang Lebong, (Humas) — Setelah pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Tahun Pelajaran 2026/2027, MTsN 2 Rejang Lebong mulai mempersiapkan pembagian hasil belajar murid kepada orang tua. Pada Rabu (30/9), para wali kelas tampak melakukan penginputan dan pengolahan nilai STS di ruang guru sebagai bagian dari tahapan penyusunan rapor STS.
Nilai yang telah diinput oleh wali kelas selanjutnya akan diolah menjadi rapor STS yang menjadi salah satu bentuk informasi perkembangan hasil belajar murid kepada orang tua. Rapor tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumen hasil penilaian, tetapi juga menjadi bahan komunikasi antara madrasah, murid, dan orang tua mengenai proses belajar yang telah berlangsung.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa hasil penilaian perlu dikomunikasikan kepada orang tua agar perkembangan belajar anak dapat dipahami secara bersama.
“Rapor bukan sekadar angka. Di dalamnya ada informasi yang dapat menjadi bahan refleksi bagi guru, murid, dan orang tua. Karena itu, pembagian rapor harus menjadi bagian dari komunikasi pendidikan, bukan hanya kegiatan administratif,” ujar Wawan.
Dalam pelaksanaannya, pembagian rapor STS akan menggunakan dua metode yang disesuaikan dengan jenjang kelas.
Untuk murid kelas 7, pembagian rapor STS direncanakan menggunakan metode home visit, yaitu wali kelas atau pihak madrasah mendatangi rumah murid untuk menyampaikan hasil belajar secara langsung kepada orang tua.
Home visit dipilih sebagai salah satu upaya untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara madrasah dan keluarga. Melalui pertemuan di lingkungan tempat tinggal murid, guru dapat mengenal kondisi dan lingkungan belajar anak secara lebih kontekstual, sementara orang tua mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara lebih personal mengenai perkembangan anak.
Selain menyampaikan rapor, home visit diharapkan menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, menyamakan pemahaman mengenai kebutuhan anak, serta memperkuat kerja sama antara orang tua dan madrasah dalam mendampingi proses adaptasi murid kelas 7 di lingkungan madrasah.
Sementara itu, pembagian rapor STS untuk kelas 8 dan 9 akan dilaksanakan di madrasah dengan mengundang orang tua. Pertemuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyerahkan rapor, tetapi juga akan diisi dengan kegiatan penguatan hubungan antara orang tua dan madrasah.
Dalam pertemuan tersebut, orang tua dan pihak madrasah akan diberikan ruang untuk merefleksikan bersama pendidikan terbaik bagi anak, termasuk perkembangan belajar, kebiasaan, karakter, kebutuhan pendampingan, serta bentuk dukungan yang dapat diberikan secara bersama-sama.
Wawan menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab yang membutuhkan kolaborasi antara madrasah dan keluarga.
“Anak-anak tidak hanya belajar di madrasah. Mereka juga tumbuh dan belajar di rumah. Karena itu, semakin baik komunikasi antara orang tua dan guru, semakin terbuka pula kesempatan bagi kita untuk memahami kebutuhan anak dan memberikan pendampingan yang tepat,” lanjutnya.
Menurutnya, perbedaan metode pembagian rapor antara kelas 7 dengan kelas 8 dan 9 merupakan bentuk upaya madrasah menghadirkan pola komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok murid.
Melalui pengolahan nilai STS dan persiapan pembagian rapor tersebut, MTsN 2 Rejang Lebong berupaya menjadikan hasil belajar sebagai titik awal untuk melakukan refleksi dan perbaikan, bukan sekadar sebagai hasil akhir sebuah proses penilaian.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
