Kepala MA Darul Maarif NU Ikuti Istighotsah PBNU Secara Daring: Mencari Berkah dan Menyerap Informasi untuk Kemajuan Madrasah dan Pesantren
Rejang Lebong, (Humas) — Komitmen untuk terus mengikuti perkembangan dan arah gerak Nahdlatul Ulama (NU) ditunjukkan oleh Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr. Ia mengikuti secara daring kegiatan istighotsah dan doa bersama dalam rangkaian Pengumuman Struktur PBNU Masa Khidmah 2026–2031, Rabu malam (30/9).
Mengikuti kegiatan dari kediamannya, Dedi Priyanto menyimak rangkaian acara secara daring bersama jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kehadiran secara virtual tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah yang berada dalam lingkungan keluarga besar NU untuk terus mengikuti berbagai agenda organisasi dan perkembangan kebijakan yang berkaitan dengan arah perjuangan pendidikan NU.
Bagi MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, mengikuti agenda NU bukan sekadar hadir dalam sebuah kegiatan. Setiap momentum juga menjadi kesempatan untuk menyerap informasi, memperluas wawasan, dan mengambil pembelajaran yang dapat dikembangkan bagi kemajuan madrasah dan pesantren.
Dalam kegiatan tersebut juga terdapat agenda peluncuran logo Hari Santri, sebuah momentum yang memiliki kedekatan erat dengan kehidupan santri, madrasah, dan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong.
Hari Santri menjadi salah satu momentum penting bagi dunia pesantren untuk terus meneguhkan peran santri dalam kehidupan bangsa. Karena itu, informasi dan rangkaian agenda yang berkaitan dengan Hari Santri turut menjadi perhatian madrasah sebagai bagian dari persiapan menyambut momentum tersebut.
Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr. menyampaikan bahwa keterlibatan dalam berbagai kegiatan NU menjadi kesempatan untuk terus belajar dan mendapatkan informasi baru.
“Kita mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari keluarga besar NU. Selain doa dan istighotsah, ada banyak informasi yang perlu kita simak dan pelajari. Apa yang kita dapatkan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi bahan untuk memperkuat langkah madrasah dan pesantren ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, kemajuan madrasah dan pesantren tidak hanya dibangun dari aktivitas internal. Wawasan yang lebih luas, kemampuan mengikuti perkembangan organisasi, serta keterbukaan terhadap berbagai informasi juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan lembaga.
Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar Kepala Madrasah untuk tetap terhubung dengan perkembangan NU sekaligus memperkuat hubungan antara madrasah, pesantren, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Dari sebuah kegiatan daring di rumah, ada banyak hal yang dapat dibawa kembali ke lingkungan madrasah: informasi, wawasan, semangat kebersamaan, serta inspirasi untuk terus melakukan pembenahan.
Istighotsah menjadi ruang untuk berdoa, pengumuman struktur menjadi informasi, dan peluncuran logo Hari Santri menjadi pengingat bahwa perjalanan madrasah dan pesantren tidak terpisahkan dari perjuangan panjang pendidikan Nahdlatul Ulama.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #PBNU #IstighotsahPBNU #HariSantri #SantriNU #NahdlatulUlama #MadrasahNU #PesantrenNU #DarulMaarifNU #SantriUntukNegeri #MadrasahBerkemajuan
From : MA Darul Maarif NU


.jpg)
