Dari Kolam Pesantren, Santri Darul Maarif NU Belajar Tanggung Jawab: Rutin Rawat Budidaya Ikan Air Tawar
Rejang Lebong, (Humas) — Aktivitas santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong tidak hanya berkutat pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Di lingkungan pesantren, para santri juga mendapatkan pengalaman belajar melalui berbagai kegiatan produktif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah budidaya ikan air tawar yang secara rutin dirawat oleh para santri (30/9).
Salah satu rutinitas yang dilakukan adalah pemberian pakan ikan. Kegiatan sederhana tersebut dilakukan secara teratur dengan melibatkan santri untuk memastikan ikan-ikan yang dibudidayakan mendapatkan pakan sesuai kebutuhan.
Dengan penuh perhatian, santri mendatangi kolam budidaya dan menebarkan pakan ke permukaan air. Sekilas terlihat sederhana, tetapi kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter yang berlangsung secara nyata di lingkungan pesantren.
Santri belajar bahwa memelihara makhluk hidup membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Pakan tidak cukup diberikan sesekali, tetapi harus dilakukan secara teratur. Dari kebiasaan inilah santri dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang telah dipercayakan kepada mereka.
Selain pemberian pakan, santri juga diarahkan untuk memperhatikan kondisi lingkungan kolam dan perkembangan ikan. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengenal secara langsung bagaimana sebuah kegiatan budidaya membutuhkan perhatian, ketelitian, kesabaran, serta kerja sama.
Budidaya ikan air tawar di lingkungan pesantren juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan dan pengembangan kegiatan produktif. Santri dapat melihat secara langsung bagaimana potensi yang ada di sekitar pesantren dapat dikelola menjadi kegiatan yang memiliki nilai pembelajaran sekaligus berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Bagi Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya membentuk santri yang tidak hanya kuat dalam pengetahuan agama dan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan jiwa kemandirian.
Santri belajar bahwa kemandirian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, ia tumbuh dari tugas sederhana yang dilakukan secara rutin dan penuh tanggung jawab.
Dari kolam ikan, para santri belajar tentang kehidupan. Mereka belajar bahwa setiap proses membutuhkan kesabaran, setiap tanggung jawab membutuhkan ketekunan, dan setiap hasil membutuhkan proses yang tidak instan.
Kegiatan budidaya tersebut juga memperlihatkan bahwa pesantren dapat menjadi ruang pembelajaran yang luas. Ruang kelas memberikan ilmu, sementara lingkungan pesantren memberikan pengalaman untuk menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata.
(De/Edwinsya)Hastag : #PonpesDarulMaarifNU #SantriProduktif #BudidayaIkan #IkanAirTawar #SantriMandiri
From : MA Darul Maarif NU


.jpg)
