Bukan Sekadar Rutinitas, Monev di KUA Curup Tengah Jadi Kunci Suksesnya Kinerja
Rejang Lebong (Humas) – Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Tim Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, pada Rabu (30/09) bukan sekadar kegiatan rutinitas administrasi, melainkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi berjalan secara optimal. Hal inilah yang terus menjadi perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah dalam meningkatkan kualitas kinerja, kedisiplinan, serta mutu pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan Monev menjadi sarana untuk meninjau capaian program kerja, mengevaluasi pelaksanaan tugas, mengidentifikasi kendala, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan guna mewujudkan tata kelola organisasi yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Kepala KUA Curup Tengah, Supianto, S.Ag., M.H.I., menegaskan bahwa Monev memiliki peran strategis dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, evaluasi secara berkala diperlukan agar setiap ASN dapat memahami tanggung jawab masing-masing serta memastikan seluruh program kerja terlaksana sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
"Monev bukan hanya untuk melihat apa yang sudah dikerjakan, tetapi juga untuk mengetahui sejauh mana hasil yang dicapai, apa saja kendala yang dihadapi, dan bagaimana mencari solusi agar kinerja ke depan semakin baik," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Monev mencakup berbagai aspek, mulai dari kedisiplinan ASN, pelaksanaan tugas dan fungsi, tertib administrasi, pengelolaan dokumen, capaian program kerja, hingga kualitas pelayanan publik. Setiap aspek tersebut menjadi perhatian bersama dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan di lingkungan KUA Curup Tengah.
Selain sebagai sarana pengawasan, Monev juga menjadi ruang koordinasi dan komunikasi bagi seluruh ASN untuk menyampaikan perkembangan pekerjaan, mengungkapkan berbagai hambatan, serta memberikan masukan konstruktif bagi kemajuan organisasi. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya berorientasi pada penilaian, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Supianto juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja sama dan tanggung jawab seluruh unsur yang ada di dalamnya. Setiap ASN diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui Monev yang dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan, KUA Curup Tengah berupaya memastikan setiap program kerja tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar dalam menentukan strategi, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dengan menjadikan Monev sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban atau rutinitas, KUA Curup Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme ASN, memperkuat akuntabilitas, dan menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Bagi KUA Curup Tengah, evaluasi bukanlah akhir dari sebuah pekerjaan, melainkan langkah awal untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas kinerja, dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #KUACurupTengah#Melayani#
From : KUA Curup Tengah


