“Salat adalah Kebutuhan”, Jauhari Ajak Murid MTsN 2 Rejang Lebong Jaga Kualitas Ibadah
Rejang Lebong, (Humas) — Pembiasaan keagamaan terus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di MTsN 2 Rejang Lebong. Usai melaksanakan salat Duha berjamaah pada Selasa (29/9) di mushola madrasah, murid mendapatkan penguatan keagamaan dari Waka Kesiswaan sekaligus guru Fikih, Jauhari, S.H.I., Gr.
Dalam kesempatan tersebut, Jauhari mengingatkan murid mengenai rukun dan syarat sah salat. Penguatan ini diberikan agar murid tidak hanya terbiasa melaksanakan salat, tetapi juga memahami ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah tersebut.
Sebagai guru Fikih, Jauhari mengajak murid untuk kembali memperhatikan hal-hal mendasar dalam salat, mulai dari terpenuhinya syarat sah hingga pelaksanaan rukun salat dengan benar. Pemahaman tersebut dinilai penting karena salat merupakan ibadah yang dilaksanakan secara rutin dalam kehidupan seorang muslim.
Selain memberikan penguatan materi, Jauhari juga menyampaikan himbauan dan motivasi kepada murid agar menjaga salat dalam kehidupan sehari-hari. Salat tidak semestinya dipandang hanya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai kebutuhan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.
“Salat adalah kebutuhan. Karena itu, jangan menunggu kita membutuhkan sesuatu baru mendekat kepada Allah. Biasakan menjaga salat dalam kondisi apa pun dan berusaha melaksanakannya dengan benar,” pesan Jauhari kepada murid.
Ia juga mengingatkan agar pembiasaan salat yang dilakukan di madrasah tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Murid diharapkan membawa kebiasaan tersebut ke rumah dan menjadikannya bagian dari rutinitas kehidupan sehari-hari.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa pembiasaan salat Duha dan penguatan keagamaan merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter murid yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga memiliki kebiasaan ibadah dan akhlak yang baik.
“Pembiasaan keagamaan harus dilakukan secara konsisten. Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman bahwa ibadah bukan hanya kegiatan yang dilakukan karena aturan madrasah, tetapi menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan mereka,” ujar Wawan.
Menurutnya, penguatan yang diberikan guru setelah pelaksanaan salat menjadi kesempatan untuk menghubungkan praktik ibadah dengan pemahaman keagamaan yang telah dipelajari murid.
Melalui pembiasaan salat Duha, penguatan materi Fikih, serta motivasi yang diberikan secara berkelanjutan, madrasah berupaya membangun kesadaran murid untuk menjaga ibadah sekaligus memahami makna dan ketentuannya.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
