Mengenal Sejarah dalam peringatan G30S/PKI, Teguhkan Komitmen Kebangsaan, MA Darul Maarif NU bersama ANSOR-BANSER Tanamkan Nilai Bela Bangsa dan Negara
Rejang Lebong, (Humas) — Menjaga bangsa, agama, dan negara merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Nilai tersebut terus ditanamkan di lingkungan Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berilmu, berakhlak, cinta tanah air, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa (29/9).
Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., yang juga tergabung dalam Ansor-Banser, turut menunjukkan semangat pengabdian dan komitmen dalam menjaga persatuan serta kedaulatan bangsa. Keberadaan kader muda Nahdlatul Ulama dalam kehidupan bermasyarakat menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus merawat nilai keagamaan sekaligus kebangsaan.
Momentum peringatan G30S/PKI menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah. Bagi madrasah dan pesantren, momentum tersebut dapat menjadi ruang pendidikan untuk mengenalkan perjalanan sejarah bangsa kepada generasi muda sekaligus menanamkan pentingnya persatuan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menghargai perjuangan para pendahulu bangsa.
Di lingkungan madrasah dan pesantren, nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan karakter juga dibangun melalui kehidupan sehari-hari santri, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, penghormatan kepada guru, pendalaman ilmu agama, hingga pengembangan keterampilan.
Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong juga memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan keterampilan produktif. Santri belajar merawat mesin produksi, mengenal peralatan, serta memahami proses produksi hasil pertanian dengan pendampingan dewan guru.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk santri yang tidak hanya kuat dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki keterampilan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab.
Bagi MA dan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, agama dan kebangsaan berjalan beriringan. Santri dibekali pemahaman keagamaan sekaligus diarahkan menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga persatuan, serta ikut membangun bangsa sesuai kapasitas dan bidang keilmuannya.
Momentum peringatan sejarah bangsa pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, menjadi pondasi pendidikan generasi bangsa agar santri memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati sejarah, mencintai tanah air, memperkuat akhlak, dan terus mengembangkan kemampuan untuk menghadapi masa depan.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #DarulMaarifNU #AnsorBanser #SantriUntukNegeri #CintaTanahAir #Kebangsaan #PendidikanPesantren #GenerasiBangsa #AswajaAnNahdliyah #SantriMandiri #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU


