Pesantren Darul Ma'arif NU Rejang Lebong Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar sebagai Media Pembelajaran Produktif
Rejang Lebong, (Humas) — Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus mengembangkan berbagai kegiatan produktif sebagai bagian dari ikhtiar membangun kemandirian dan pemberdayaan ekonomi pesantren. Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah budidaya ikan air tawar yang melibatkan dewan asatidz dan para santri di lingkungan pondok pesantren (29/9).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik. Di tengah aktivitas pendidikan dan pembinaan santri, kolam budidaya menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal secara langsung bagaimana sebuah kegiatan produktif dikelola dan dikembangkan.
Tidak sekadar berorientasi pada hasil, budidaya ikan air tawar juga memberikan pengalaman kepada santri mengenai pentingnya ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Santri terlibat dalam proses perawatan dan pengelolaan kolam sehingga mereka dapat memahami bahwa menghasilkan sesuatu membutuhkan proses dan perhatian yang berkelanjutan.
Melalui unit pendidikan yang ada di lingkungan pondok pesantren, kegiatan tersebut mulai dikembangkan sebagai salah satu kegiatan unggulan yang memiliki nilai edukatif sekaligus nilai ekonomi. Santri mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar ruang kelas dengan terlibat langsung dalam kegiatan yang memiliki manfaat nyata bagi lingkungan pesantren.
Penanggung jawab pengelola budidaya ikan air tawar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dikembangkan bukan semata-mata untuk menghasilkan produk, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi santri.
“Budidaya ikan ini kami kembangkan tidak hanya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga sebagai sarana belajar bagi para santri. Mereka dapat melihat dan mengikuti secara langsung bagaimana sebuah kegiatan produktif dikelola, dirawat, hingga menghasilkan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan santri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Para santri dilatih untuk memahami tanggung jawab dalam merawat kegiatan produktif sekaligus belajar bekerja bersama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Salah satu Kepala Unit Pendidikan dan Penangung Jawab Budidaya Ikan, Warman, mengatakan bahwa kegiatan budidaya ikan menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata yang dapat memperkaya pengalaman santri.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui kegiatan seperti budidaya ikan ini, santri belajar dari proses secara langsung. Mereka belajar bagaimana merawat, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memahami bahwa sebuah kegiatan produktif membutuhkan ketekunan serta konsistensi,” ungkap Warman.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi salah satu unit produktif yang memberikan manfaat bagi pesantren sekaligus menjadi media pengembangan keterampilan santri.
“Harapan kami, kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pesantren. Yang paling penting, santri mendapatkan pengalaman bahwa ilmu yang mereka peroleh dapat diterapkan dalam kegiatan nyata dan menghasilkan sesuatu yang bernilai serta bermanfaat,” tambahnya.
Pengembangan budidaya ikan air tawar menjadi gambaran bahwa kehidupan pesantren dapat menjadi ruang pendidikan yang luas. Santri tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga diperkenalkan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan mereka di masa mendatang.
Dengan semangat belajar, berkarya, dan memberdayakan potensi, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus mendorong berbagai kegiatan produktif agar dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem kemandirian pesantren. Dari kolam sederhana, para santri belajar tentang proses, tanggung jawab, kerja keras, hingga bagaimana sebuah potensi dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak pihak.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNU #PesantrenMandiri #PemberdayaanEkonomiPesantren #BudidayaIkan #SantriProduktif #SantriBerkarya #KemandirianPesantren #PendidikanPesantren #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU

.jpeg)

