Mengaji, Memahami, Mengamalkan, PAI KUA Curup Utara Perkuat Pembinaan Ibu-Ibu MT Al Hidayah
Rejang Lebong (Humas) – Pengajian bukan sekadar rutinitas, melainkan jalan untuk menghidupkan ilmu agama dalam kehidupan. Pesan itulah yang mengemuka saat PAI KUA Kecamatan Curup Utara Yessy Misra, S.Pd.I memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Hidayah, Desa Lubuk Kembang, Jumat (25/9).
Di hadapan para jamaah, Yessy mengajak ibu-ibu MT Al Hidayah untuk tidak berhenti pada aktivitas membaca dan mendengarkan kajian. Menurutnya, ilmu agama akan semakin bermakna ketika mampu mengubah cara berpikir, memperbaiki ibadah, membentuk akhlak dan menghadirkan keteladanan di tengah keluarga.
“Mengaji adalah awal, memahami adalah proses, sedangkan mengamalkan adalah tujuan,” menjadi semangat yang ditekankan dalam pembinaan tersebut. Pesan ini sekaligus mengajak para jamaah menjadikan majelis taklim sebagai ruang untuk terus belajar, berbenah dan memperkuat kualitas kehidupan beragama.
Yessy juga menyoroti besarnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam membangun keluarga yang dekat dengan nilai-nilai agama. Keteladanan seorang ibu dalam menjaga ibadah, tutur kata dan perilaku sehari-hari menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak serta menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan religius.
Menurutnya, pembinaan keagamaan harus menyentuh kehidupan nyata. Pemahaman agama diharapkan tidak hanya tersimpan sebagai pengetahuan, tetapi mampu menjadi pedoman ketika menghadapi persoalan keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang muslimah.
Antusiasme jamaah terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu MT Al Hidayah mengikuti pembinaan dengan penuh perhatian dan menjadikan pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkaya wawasan keislaman sekaligus melakukan evaluasi terhadap praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, PAI KUA Kecamatan Curup Utara terus menunjukkan komitmennya menghadirkan penyuluhan agama yang dekat dengan masyarakat. Sebab dakwah tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus dirasakan manfaatnya; ilmu tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan menjadi amal. Dari majelis taklim, semangat itu terus dinyalakan—mengaji, memahami, lalu mengamalkan.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



.jpg)