ASN KUA Curup Tengah dan MUI Rejang Lebong Gelar Diskusi Antar Umat Beragama
Rejang Lebong (Humas) — Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah, Ebit Iswandi, S.Pd.I bersama Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong menggelar diskusi antarumat beragama sebagai upaya memperkuat kerukunan dan menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang beragam di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (26/09).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman, S.Ag.,M.Pd.I. Turut mendampingi, Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong, KH. Muhammad Abu Dzar, Lc.,M.H.I, Kasubbag TU, Drs. H. Suhardihirol, M.Pd dan Kasi Bimas Islam, Drs. H. Akhmad Hafizuddin, M.H.I menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan kehidupan keagamaan, sekaligus mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka dan saling menghargai antarpemeluk agama.
Mengangkat tema “Moderasi Beragama di Era Digital, Teguh dalam Akidah, Santun dalam Perbedaan dan Damai dalam Bermedia”, kegiatan ini menjadi ruang dialog dan penguatan pemahaman bagi berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di tengah perkembangan teknologi informasi dan media digital yang semakin pesat.
Dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Dr. H. Rahman Umar dan Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong, H. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I. Keduanya menyampaikan materi yang saling melengkapi dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Dalam materinya, Rahman mengangkat materi dengan judul yang sama dengan tema kegiatan, yakni “Moderasi Beragama di Era Digital, Teguh dalam Akidah, Santun dalam Perbedaan, Damai dalam Bermedia.”
Ia menekankan adanya trilogi moderasi yang dapat menjadi tiga pondasi utama dalam kehidupan beragama di era digital, yaitu teguh dalam akidah, santun dalam perbedaan, dan damai dalam bermedia.
“Ada trilogi moderasi, tiga pondasi utama beragama di era digital, yaitu teguh dalam akidah, santun dalam perbedaan, dan damai dalam bermedia,” jelas Rahman..
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong, KH. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I., menyampaikan materi bertajuk “Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.” Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali potensi konflik sejak dini serta membangun langkah-langkah pencegahan melalui komunikasi dan kerja sama berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan Diskusi Antarumat Beragama ini diikuti oleh berbagai unsur lintas agama dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Rejang Lebong. Peserta terdiri atas perwakilan Bimas Islam Kemenag Kabupaten Rejang Lebong, Penyuluh Agama Kristen, Penyuluh Agama Islam, FKUB, FCNU, PD Muhammadiyah, PC Tarbiyah Islamiyah, PD LDII, BKMT, DMI, Wanita Islam, serta MUI Kabupaten Rejang Lebong
ASN KUA Curup Tengah, Ebit Iswandi, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan dialog antarumat beragama memiliki peran penting dalam membangun pemahaman dan mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat. KUA sebagai bagian dari Kementerian Agama juga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi serta memfasilitasi terciptanya kehidupan keagamaan yang harmonis.
Sementara itu, MUI Kabupaten Rejang Lebong, KH. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I turut mendorong para tokoh dan pemuka agama untuk terus membangun komunikasi serta memperkuat semangat kebersamaan. Perbedaan agama dan keyakinan diharapkan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan kemajuan daerah.
Melalui diskusi tersebut, para peserta berharap terbangun komitmen bersama untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Rejang Lebong. Dialog yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat persatuan sekaligus menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan saling menghormati.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama dengan mengedepankan sikap toleran, anti-kekerasan, serta menghargai kearifan dan keberagaman yang ada di tengah masyarakat.
(Ismail/Edwinsya)Hastag : #PLO#KUACurupTengah#Berkolaborasi#
From : KUA Curup Tengah



