Merawat Ketabahan di Tengah Kehilangan, Kepala KUA Curup Utara Sampaikan Tausiah Takziah di Air Bang
Rejang Lebong (Humas) – Tangis dan duka menyelimuti rumah keluarga almarhumah Vera Anggraini binti Husni Tamrin di Kelurahan Air Bang, Kamis malam (26/9). Di tengah suasana kehilangan tersebut, Kepala KUA Curup Utara H. Bulkis, S.Th.I, M.H.I., hadir menyampaikan tausiah takziah sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Tausiah berlangsung di rumah duka, Jalan Pramuka RT 09 RW 04 Kelurahan Air Bang, setelah pelaksanaan salat Isya. Kehadiran H. Bulkis bukan sekadar menyampaikan ceramah, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk menguatkan hati keluarga agar mampu menghadapi kehilangan dengan sabar, ikhlas, dan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam.
Almarhumah Vera Anggraini binti Husni Tamrin wafat pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIB dalam usia 44 tahun. Kepergian almarhumah meninggalkan seorang suami, Mahriadi, serta tiga orang anak. Bagi keluarga, kehilangan tersebut tentu bukan perkara ringan. Sosok yang selama ini hadir dalam keseharian kini telah berpulang menghadap Sang Khalik.
Dalam tausiahnya, H. Bulkis menyampaikan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang pasti akan dialami setiap insan. Karena itu, ketika kehilangan orang yang dicintai, seorang muslim tidak hanya dituntut untuk bersedih, tetapi juga belajar menerima takdir dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Orang yang kita cintai boleh pergi meninggalkan kita, tetapi doa jangan pernah berhenti. Jangan biarkan kesedihan membuat kita jauh dari Allah. Justru melalui musibah inilah kita semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” pesan H. Bulkis.
Ia juga mengajak keluarga untuk menjadikan doa sebagai bentuk cinta yang terus mengalir kepada almarhumah. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan tetap saling menguatkan, menjaga kebersamaan, serta memberikan perhatian kepada tiga anak almarhumah agar mereka tetap tumbuh dalam kasih sayang dan bimbingan keluarga.
Menurut H. Bulkis, rumah duka sejatinya bukan hanya tempat berkumpul untuk mengenang seseorang yang telah berpulang. Lebih dari itu, rumah duka menjadi ruang untuk mengingat kembali bahwa kehidupan dunia memiliki batas dan setiap manusia sedang berjalan menuju perjumpaan dengan Allah SWT.
Suasana tausiah berlangsung khidmat. Pesan tentang sabar, ikhlas, doa, dan persiapan menghadapi kehidupan akhirat menjadi pengingat bagi keluarga maupun jamaah yang hadir. Duka yang dirasakan keluarga diharapkan perlahan berubah menjadi kekuatan untuk melanjutkan kehidupan dengan penuh keteguhan iman.
Melalui kegiatan takziah ini, KUA Curup Utara kembali menunjukkan peran penyuluhan keagamaan yang hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam suasana suka, tetapi juga ketika umat membutuhkan penguatan di tengah ujian kehidupan.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #Tausiah#Takziah#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



.jpg)