Bahasa Daerah Jadi Laboratorium Belajar, MTsN 2 Rejang Lebong Eksplorasi Kata Serapan
Rejang Lebong, (Humas) — Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 2 Rejang Lebong tidak hanya berlangsung melalui buku teks dan penjelasan guru. Pada pembelajaran materi kata serapan, murid kelas 9 diajak mengeksplorasi kekayaan bahasa daerah yang mereka miliki dan menemukan kemungkinan hubungan kosakata tersebut dengan Bahasa Indonesia.
Inovasi pembelajaran tersebut dikembangkan oleh Guru Bahasa Indonesia MTsN 2 Rejang Lebong, M. Ali Saputra, S.Pd. Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan Ali saat diwawancarai Tim Humas MTsN 2 Rejang Lebong pada Sabtu (26/9).
Ali menjelaskan bahwa murid kelas 9 dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan latar belakang suku yang beragam. Di dalam kelas terdapat murid dengan latar belakang Jawa, Rejang, dan suku serawai, sehingga perbedaan tersebut dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
“Pada materi kata serapan, saya mencoba membawa bahasa daerah mereka ke dalam pembelajaran. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian mereka saling bertukar kosakata dari bahasa daerah masing-masing. Setelah itu, kosakata tersebut dianalisis untuk melihat apakah memiliki kesamaan atau keterkaitan dengan Bahasa Indonesia maupun dengan bahasa daerah lainnya,” jelas Ali.
Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya diminta menghafalkan pengertian kata serapan. Mereka justru diajak mengumpulkan, membandingkan, dan menganalisis kosakata berdasarkan pengalaman kebahasaan yang mereka miliki.
Sebagai contoh, Ali mengenalkan bahwa Bahasa Indonesia juga memiliki kosakata yang berasal atau berkaitan dengan bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa. Beberapa contoh yang dapat ditemukan dalam Bahasa Indonesia antara lain batik, blangkon, ampuh, dan gandrung. Kosakata tersebut menunjukkan bahwa perkembangan Bahasa Indonesia tidak terlepas dari interaksi dengan berbagai bahasa yang hidup di masyarakat.
“Anak-anak sebenarnya sudah membawa banyak pengetahuan bahasa dari rumah. Ada yang menggunakan bahasa Rejang, ada yang menggunakan bahasa Jawa, dan ada pula yang berasal dari daerah Selatan. Pengetahuan itu kemudian kita bawa ke kelas dan dijadikan bahan untuk memahami bagaimana sebuah bahasa berkembang,” tambah Ali.
Kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi antarmurid. Murid yang memiliki latar belakang bahasa berbeda dapat saling mengenalkan kosakata dari daerah masing-masing. Dari proses tersebut, mereka kemudian membandingkan bentuk dan makna kata serta mendiskusikan kemungkinan adanya kemiripan dengan kosakata yang telah mereka kenal.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Humas, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., mengapresiasi pembelajaran yang memanfaatkan keberagaman latar belakang murid sebagai sumber belajar.
“Keberagaman yang ada di dalam kelas sebenarnya merupakan kekayaan. Ketika guru mampu mengolahnya menjadi bagian dari pembelajaran, murid tidak hanya belajar materi, tetapi juga belajar menghargai bahasa dan budaya yang dimiliki temannya,” ungkap Ririn.
Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia akan menjadi lebih bermakna ketika murid dapat menghubungkan materi dengan kehidupan mereka sendiri.
“Materi kata serapan menjadi lebih dekat ketika murid dapat menemukan contohnya dari lingkungan dan bahasa yang mereka gunakan. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berangkat dari buku, tetapi bisa dimulai dari pengalaman murid,” lanjutnya.
Inovasi pembelajaran yang dilakukan M. Ali Saputra tersebut sekaligus memberikan pemahaman kepada murid bahwa Bahasa Indonesia berkembang melalui proses interaksi dengan berbagai bahasa. Bahasa daerah pun memiliki posisi penting sebagai bagian dari kekayaan kebahasaan Indonesia.
Melalui kegiatan bertukar kosakata, membandingkan makna, dan menganalisis kemungkinan kesamaan bahasa, murid kelas 9 mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mereka tidak hanya mempelajari kata serapan sebagai sebuah konsep, tetapi juga melihat langsung bagaimana keberagaman bahasa di sekitar mereka dapat menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Bahasa Indonesia.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



.jpg)