Menjadi Bagian dari Hari Bahagia, Alam Nuari Antar Tetangga Menuju Prosesi Akad
Rejang Lebong (Humas) – Pengabdian seorang penyuluh agama di tengah masyarakat tidak selalu harus berlangsung di balik meja kantor. Kedekatan dengan warga dan kepedulian terhadap setiap momentum kehidupan masyarakat menjadi bagian penting dari tugas sosial seorang penyuluh. Hal tersebut ditunjukkan Alam Nuari, S.Kom.I., Penyuluh Agama Islam, yang turut mengantar sekaligus mendampingi pengantin pria menuju prosesi akad nikah di Desa Perbo, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (26/9).
Kehadiran Alam Nuari pada momen bahagia tersebut terasa semakin istimewa karena Andrean Wahyudi, pengantin pria yang berasal dari Desa Tasik Malaya, merupakan tetangga dekat kediaman Alam Nuari. Kedekatan sebagai sesama warga tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan turut mengantarkan Andrean menuju tempat pelaksanaan akad nikah.
Andrean Wahyudi melangsungkan pernikahan dengan Vika, warga Desa Perbo, Kecamatan Curup Utara. Prosesi akad nikah dilaksanakan di Desa Perbo pada Sabtu 26 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dengan dihadiri keluarga serta pendamping dari kedua belah pihak.
Dalam prosesi tersebut, Kepala KUA Kecamatan Curup Utara, Bulkis, M.H.I., turut hadir sebagai pendamping sekaligus pihak yang akan memandu pelaksanaan akad nikah. Kehadiran Kepala KUA bersama tim pendamping memberikan penguatan agar prosesi akad berlangsung tertib, khidmat, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi Alam Nuari, ikut mengantar seorang warga yang sekaligus merupakan tetangga dekatnya bukan sekadar bentuk kebersamaan antarwarga. Momentum tersebut menjadi bagian dari pengabdian penyuluh agama untuk senantiasa hadir dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam peristiwa penting seperti pernikahan.
“Sebagai penyuluh, kita tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan penyuluhan secara formal. Kebersamaan dengan masyarakat juga merupakan bagian dari pengabdian. Apalagi Andrean adalah tetangga dekat, tentu sebagai warga kita ikut memberikan dukungan dan mengantarkan sampai ke tempat pelaksanaan akad,” ungkap Alam.
Ia berharap pernikahan Andrean Wahyudi dan Vika menjadi awal kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan. Kehidupan keluarga yang dibangun diharapkan senantiasa berlandaskan nilai-nilai agama, saling menghargai, saling menguatkan, serta mampu menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Sementara itu, kehadiran Kepala KUA Kecamatan Curup Utara bersama pendamping pengantin semakin melengkapi rangkaian prosesi pernikahan tersebut. Pendampingan sejak persiapan hingga pelaksanaan akad merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan keagamaan dan memastikan masyarakat memperoleh pendampingan dalam momentum penting kehidupan keluarga.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun terasa dalam prosesi tersebut. Dari kedekatan sebagai tetangga di Desa Tasik Malaya hingga mendampingi perjalanan menuju akad di Desa Perbo, kehadiran Alam Nuari menjadi gambaran sederhana bahwa pengabdian penyuluh agama tumbuh dari kedekatan, kepedulian, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebongkuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



.jpg)