Salam dan Takzim, Tradisi Kecil yang Menanamkan Adab Besar di Kalangan Santri Ponpes Darul Maarif NU Rejang Lebong
Rejang Lebong, (Humas) — Pendidikan di madrasah dan pesantren tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan sikap dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah budaya hormat dan takzim santri kepada guru dan dewan asatidz yang terus diterapkan di lingkungan MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong (25/09).
Usai melaksanakan shalat Jumat berjamaah, para santri membiasakan diri untuk bersalaman dengan para guru dan dewan asatidz. Satu per satu santri menghampiri guru, memberikan salam dan bersalaman sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga hubungan baik antara santri dan pendidik.
Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan. Bagi madrasah, menghormati guru bukan sekadar sebuah tradisi, tetapi merupakan bagian dari adab dalam menuntut ilmu.
Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, santri diajak memahami bahwa ilmu tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga sikap rendah hati, sopan santun, dan penghormatan kepada orang yang membimbingnya.
Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., terus mendorong agar budaya baik tersebut tetap hidup di lingkungan madrasah dan pesantren.
“Kita ingin pembentukan karakter santri tidak hanya terlihat dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga dalam sikap dan kebiasaan mereka sehari-hari. Menghormati guru, menjaga adab, dan membangun ukhuwah merupakan bagian penting dari pendidikan,” ungkapnya.
Suasana selepas Jumat berjamaah pun menjadi momen yang sederhana namun penuh makna. Dari salaman antara santri dan guru, tumbuh kedekatan, penghormatan, dan rasa kekeluargaan yang menjadi bagian dari kehidupan pendidikan di madrasah dan pesantren.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #DarulMaarifNU #Santri #Guru #DewanAsatidz #AdabSantri
From : MA Darul Maarif NU



.jpg)