Semarak Maulid Nabi di Karang Pinang, Zerdino Ajak Jamaah Hidupkan Akhlak Rasulullah
Rejang Lebong (Humas) – Masjid Nurul Ikhsan Desa Karang Pinang kembali menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dalam suasana religius. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar pada Jumat (25/9) pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan mengangkat pesan penting: “Dengan Memperingati Maulid Nabi, Mari Kita Meneladani Akhlak Rasulullah.”
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus menjadi tuan rumah oleh Zerdino, S.Pd.I., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sindang Beliti Ulu. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya penyuluh agama untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus membangun ukhuwah dan kebersamaan antarwarga.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, jamaah diajak tidak sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menggali kembali keteladanan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Zerdino menyampaikan bahwa Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan meniru akhlak mulia beliau.
“Maulid Nabi bukan hanya momentum untuk mengingat kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani akhlak beliau. Kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang dan kepedulian kepada sesama harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Zerdino.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan tempat mempererat tali silaturahmi.
Sementara itu, Sandi, Khotib Masjid Nurul Ikhsan, selaku penceramah dalam kegiatan tersebut, menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang baik.
“Rasulullah SAW telah memberikan contoh terbaik dalam kehidupan. Beliau mengajarkan bagaimana kita bersikap kepada Allah, kepada keluarga, kepada tetangga dan kepada seluruh manusia. Karena itu, mencintai Rasulullah bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan mengikuti akhlak dan sunnah beliau,” tutur Sandi dalam tausiyahnya.
Lebih lanjut, jamaah diajak untuk membawa nilai-nilai Maulid Nabi dari masjid menuju kehidupan nyata. Akhlak Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi pedoman dalam membangun keluarga yang harmonis, lingkungan yang rukun serta masyarakat yang saling menghargai dan peduli.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ikhsan juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi masyarakat Desa Karang Pinang. Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan diharapkan terus tumbuh sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan penguatan kehidupan sosial keagamaan masyarakat.
Sebagai Penyuluh Agama Islam, Zerdino menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan tersebut agar nilai-nilai keislaman semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi ini sebagai titik untuk memperbaiki diri. Semoga semakin sering kita mengenang Rasulullah, semakin kuat pula keinginan kita untuk mengikuti akhlak beliau,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhirnya menjadi pengingat bersama bahwa keteladanan Rasulullah bukan hanya untuk dikenang dalam sejarah, melainkan untuk dihidupkan dalam sikap, perkataan dan perbuatan setiap hari.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebongkuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



.jpg)