Dari Pengalaman Menjadi Keteladanan, MA Darul Maarif NU Hadirkan Guru Tamu untuk Santri menjadikan Motivasi
Rejang Lebong, (Humas) — Pembelajaran Akidah Akhlak di MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi di dalam buku, tetapi juga bagaimana nilai-nilai akidah dan akhlak dapat tercermin dalam kehidupan nyata. Untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam, madrasah sesekali menghadirkan guru tamu dalam proses pembelajaran (24/9).
Kehadiran guru tamu memberikan suasana yang berbeda bagi para santri. Jika pembelajaran sehari-hari banyak berlangsung melalui penjelasan guru, diskusi, dan kegiatan di dalam kelas, maka melalui guru tamu santri memperoleh kesempatan untuk mendengarkan pengalaman langsung dari seseorang yang memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan madrasah, sosial, kemasyarakatan, maupun pemerintahan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Materi tentang kejujuran, amanah, tanggung jawab, sopan santun, menghargai orang lain, menjaga hubungan sosial, serta menjalankan kewajiban tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi dapat dilihat melalui berbagai pengalaman kehidupan yang disampaikan secara langsung.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., menyampaikan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak perlu diberikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan santri.
“Akidah dan akhlak tidak cukup hanya dipelajari melalui teori. Santri perlu melihat bagaimana nilai-nilai tersebut hadir dalam kehidupan nyata. Karena itu, sesekali kami menghadirkan guru tamu agar santri mendapatkan suasana belajar yang berbeda sekaligus memperoleh cerminan dari pengalaman kehidupan yang lebih luas,” ungkapnya.
Menurutnya, guru tamu dapat menjadi jembatan antara materi pembelajaran dengan realitas kehidupan. Pengalaman dalam bermasyarakat, menjalankan tugas, berinteraksi dengan berbagai kalangan, maupun menghadapi dinamika kehidupan dapat menjadi pelajaran tersendiri bagi santri.
Dengan demikian, pembelajaran Akidah Akhlak diharapkan tidak berhenti pada kemampuan santri menjawab pertanyaan tentang materi, tetapi juga tumbuh menjadi sikap dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana belajar yang berbeda juga diharapkan mampu membuka wawasan santri. Mereka tidak hanya mendengar tentang bagaimana menjadi pribadi yang baik, tetapi juga melihat berbagai pengalaman nyata tentang pentingnya menjaga sikap, menghormati orang lain, memegang amanah, bertanggung jawab, dan mampu menempatkan diri di tengah masyarakat.
Bagi MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, menghadirkan guru tamu merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkaya pengalaman belajar santri. Ruang kelas tidak hanya menjadi tempat menyampaikan materi, tetapi juga ruang untuk menghadirkan pengalaman, keteladanan, dan refleksi kehidupan.
Dari pembelajaran Akidah Akhlak, santri diharapkan semakin memahami bahwa ilmu harus melahirkan sikap, akidah harus melahirkan keteguhan, dan akhlak harus tercermin dalam kehidupan nyata.
Dengan suasana pembelajaran yang terus dikembangkan, MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong berupaya membentuk generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(De/Edwinsya)Hastag : #MADarulMaarifNU #DarulMaarifNURejangLebong #SantriDarulMaarif #GuruTamu #BelajarDariPengalaman
From : MA Darul Maarif NU



