Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah ke-6 Ponpes Darul Maarif NU, Kepala MA Darul Ma’arif NU Turut Aktif Sebarkan Undangan kepada Tokoh Masyarakat
Rejang Lebong, (Humas) — Menjelang pelaksanaan pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H sekaligus Hari Lahir (Harlah) ke-6 Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, berbagai persiapan terus dilakukan oleh keluarga besar pesantren (24/9).
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, sebagai momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang perjalanan enam tahun Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda.
Dalam persiapan tersebut, Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., turut mengambil bagian secara langsung. Tidak hanya menjalankan tugas di lingkungan madrasah, Kepala Madrasah juga ikut membantu menyebarkan undangan kepada sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa di sekitar lingkungan pesantren.
Salah satu wilayah yang menjadi bagian dari silaturahmi tersebut adalah Desa Tasik Malaya, yang secara geografis berbatasan dengan lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat Desa Tasik Malaya turut diajak untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan pengajian tersebut.
Bagi keluarga besar Darul Ma’arif NU, kehadiran masyarakat sekitar bukan sekadar sebagai tamu undangan. Lebih dari itu, mereka merupakan bagian dari perjalanan pesantren yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Madrasah menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi dan Harlah pesantren merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi, ukhuwah, dan kebersamaan antara pesantren dengan masyarakat sekitar.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk kembali meneladani akhlak beliau. Begitu juga Harlah pesantren menjadi momentum untuk bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui. Karena itu, kami ingin mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama hadir, bersilaturahmi, berdoa, dan mengambil hikmah dari pengajian ini,” ungkap Dedi Priyanto.
Menurutnya, pesantren dan madrasah tidak dapat berdiri sendiri. Dukungan, doa, dan hubungan baik dengan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan dakwah.
Terlebih, Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong berada di tengah lingkungan masyarakat yang memiliki ikatan sosial dan keagamaan yang kuat. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi menjadi ruang bersama untuk memperkuat hubungan antara pesantren, madrasah, tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat.
Semangat menyebarkan undangan dari rumah ke rumah dan dari satu tokoh kepada tokoh lainnya menjadi bagian kecil dari ikhtiar besar untuk menyukseskan kegiatan. Bukan semata-mata mengumpulkan jamaah, tetapi juga mengumpulkan hati dalam satu majelis, menyatukan doa, dan mempererat persaudaraan.
(De/Edwinsya)Hastag : #MaulidNabi1446H #HarlahKe6DarulMaarif #HarlahDarulMaarifNU #MaulidNabiMuhammadSAW #DarulMaarifNU #DarulMaarifNURejangLebong #PondokPesantrenDarulMaarifNU #MADarulMaarifNU
From : MA Darul Maarif NU



