Dari Meja PTSP, Emilida Pastikan Administrasi Masyarakat KUA SBU Tak Keliru
Rejang Lebong (Humas) – Meja PTSP bukan sekadar tempat menerima tamu. Di balik meja sederhana yang ditemani buku tamu dan pena yang tertata di atas meja, ada wajah pelayanan KUA yang setiap hari siap menyambut masyarakat dengan ramah, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan administrasi keagamaan.
Kamis (24/9) pukul 10.00 WIB, suasana pelayanan di KUA Kecamatan Sindang Beliti Ulu berlangsung seperti biasa. Emilida, Operator Layanan Operasional (OLO) sekaligus petugas PTSP KUA Sindang Beliti Ulu, dengan sigap melayani masyarakat yang datang untuk berkonsultasi.
Buku tamu dan pena yang selalu tersedia di meja PTSP seakan menjadi saksi bisu keramahan ASN dalam menerima setiap masyarakat yang datang. Setiap tamu diberikan ruang untuk menyampaikan keperluannya, kemudian diarahkan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan.
Pada kesempatan tersebut, seorang warga datang berkonsultasi terkait ketidaksesuaian nama antara buku nikah dengan Kartu Keluarga (KK) terbaru yang dimilikinya.
Warga tersebut turut membawa buku nikah sebagai dokumen utama dan memperkuat keterangannya dengan ijazah pendidikan terakhir. Setelah diperiksa dan dicermati, nama yang tercantum pada buku nikah ternyata sesuai dengan nama yang tertera pada ijazah terakhir. Sementara itu, terdapat kekeliruan pada penulisan nama di KK terbaru.
Dengan mengedepankan ketelitian dalam memberikan pelayanan, Emilida menjelaskan kepada warga tersebut bahwa berdasarkan dokumen pendukung yang dibawa, dokumen yang perlu diperbaiki adalah KK, bukan buku nikah, karena data pada buku nikah telah sesuai dengan dokumen pendukung berupa ijazah.
Penjelasan tersebut diberikan agar masyarakat tidak keliru dalam menentukan dokumen mana yang harus dilakukan perbaikan. Ketelitian seperti ini menjadi bagian penting dalam pelayanan administrasi, mengingat setiap dokumen kependudukan maupun dokumen pernikahan memiliki fungsi dan kedudukan masing-masing.
Pelayanan PTSP KUA Sindang Beliti Ulu tidak hanya berorientasi pada penyelesaian urusan administratif, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan agar masyarakat memahami prosedur yang harus ditempuh.
Bagi Emilida, setiap masyarakat yang datang ke meja PTSP membawa kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pelayanan harus diberikan dengan sikap ramah, sabar, teliti, dan komunikatif.
“Masyarakat yang datang bukan hanya membutuhkan pelayanan, tetapi juga membutuhkan penjelasan yang jelas agar mereka tidak salah mengambil langkah dalam mengurus dokumen,” demikian semangat pelayanan yang tercermin dari aktivitas Emilida di meja PTSP.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebong Kuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



