5 Ribu Jejaring, Satu Misi Syiar: Yesi Hidupkan Facebook KUA Sindang Beliti Ulu
Rejang Lebong (Humas) – Sebuah laptop yang terus setia terparkir di atas meja kerja mungkin terlihat sederhana. Namun di balik layar yang setiap hari menyala itu, ada ikhtiar untuk menjaga agar syiar Islam dan aktivitas pelayanan KUA Sindang Beliti Ulu terus hadir menyapa masyarakat di ruang digital.
Kamis (24/9) pukul 08.00 WIB, Yesi, Penata Layanan Operasional (OLO) KUA Kecamatan Sindang Beliti Ulu, kembali berjibaku di ruang pengadministrasian. Dengan ditemani sebuah “laptop legenda” yang seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari meja kerjanya, Yesi terus mengolah dan mempersiapkan berbagai konten keagamaan serta aktivitas KUA untuk dipublikasikan melalui Facebook KUA Sindang Beliti Ulu.
Laptop tersebut bukan sekadar perangkat kerja. Di tangan Yesi, perangkat itu menjadi salah satu sarana untuk membuka pintu komunikasi KUA dengan masyarakat. Dari sanalah berbagai dokumentasi kegiatan, informasi keagamaan, pelayanan masyarakat, hingga rutinitas pegawai KUA dikemas sebelum disebarluaskan kepada publik.
Dengan jumlah pertemanan Facebook yang mencapai sekitar 5.000 orang, jangkauan informasi yang dibagikan melalui akun tersebut menjadi semakin luas. Setiap unggahan memiliki peluang untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan, tidak hanya di wilayah Kecamatan Sindang Beliti Ulu, tetapi juga masyarakat yang terhubung melalui jejaring media sosial.
Bagi Yesi, publikasi bukan sekadar mengunggah foto atau video kegiatan. Setiap konten yang akan ditayangkan terlebih dahulu dipoles agar tidak terkesan kaku. Pemilihan gambar, penyusunan narasi, hingga tampilan konten diperhatikan agar tetap informatif sekaligus mengikuti perkembangan tren komunikasi digital.
“Kita ingin setiap kegiatan KUA tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi. Kalau dikemas dengan baik, kegiatan dan pesan keagamaan bisa menjadi sarana informasi sekaligus syiar kepada masyarakat,” ungkap Yesi.
Ruang pengadministrasian KUA Sindang Beliti Ulu pun seakan berubah fungsi menjadi pintu gerbang syiar Islam digital. Dari ruangan tersebut, berbagai aktivitas pelayanan kepada masyarakat didokumentasikan dan kemudian dibawa menuju ruang publik melalui media sosial.
Mulai dari kegiatan keagamaan, pelayanan pernikahan, penyuluhan, aktivitas pegawai, hingga berbagai rutinitas pelayanan KUA menjadi bagian dari informasi yang dapat diketahui masyarakat. Hal ini menjadi bentuk keterbukaan informasi sekaligus upaya mendekatkan institusi KUA dengan masyarakat melalui sarana yang semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin bergeser ke dunia digital, kehadiran media sosial menjadi ruang yang potensial untuk menyampaikan pesan-pesan positif. Facebook tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai mimbar digital untuk menghadirkan syiar Islam secara lebih luas.
Menariknya, di balik semua proses tersebut tidak selalu dibutuhkan perangkat yang serba baru. Sebuah laptop yang telah lama menjadi teman kerja pun tetap dapat memberikan manfaat ketika digunakan dengan kreativitas, ketekunan, dan semangat pelayanan.
Satu laptop, satu meja kerja, ribuan jejaring pertemanan, dan satu misi: memastikan kebaikan terus bersiar di ruang digital.
Dari ruang pengadministrasian KUA Sindang Beliti Ulu, Yesi terus menghidupkan ikhtiar sederhana itu. Setiap konten dipoles, setiap informasi dirapikan, dan setiap aktivitas KUA diupayakan dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan cara yang lebih segar dan kekinian.
Sebab di era digital, syiar tidak selalu harus menunggu jamaah datang. Terkadang, cukup satu unggahan dari meja kerja, pesan kebaikan sudah dapat berjalan jauh melampaui batas ruang dan waktu.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebong Kuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu



